Integrasi Nyata AI ke Industri, Indonesia Dukung Pengembangan Talenta Digital

Elva
Pemerintah dukung Artificial Intelligence Institute for Progress (AIIP) ciptakan talenta digital untuk industri. Foto Elva

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Indonesia semakin serius mempercepat pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Strategi Nasional AI mencatat, teknologi ini berpotensi menyumbang hingga USD366 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2030, asalkan diintegrasikan secara nyata ke dalam industri dan didukung oleh talenta digital yang mumpuni.

Staf Khusus Bidang Inovasi dan Kerja Sama Kemenko PMK, Ferro Ferizka Aryananda mengungkapkan, pembangunan kapasitas SDM menjadi kunci daya saing bangsa di era digital. Saat ini salah satu fokus utama adalah mempersiapkan talenta masa depan di bidang AI. 

“Kita harus memastikan tidak hanya menjadi pengguna AI yang cerdas, tetapi juga pengguna yang bijak,” ujar Ferro di Jakarta, kemarin. 

Menurut dia, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Bakat AI untuk memastikan Indonesia memiliki ekosistem talenta yang memadai. Pendekatan pengembangan SDM AI yang diusung mencakup tiga prinsip, yaitu AI untuk semua, AI untuk banyak orang, dan AI untuk sedikit orang. 

“Dengan model ini, masyarakat di berbagai lapisan diharapkan dapat memahami perkembangan teknologi, baik melalui pendidikan formal maupun non-formal,” terangnya. 

Sementara itu, Program Director AIIP, Ray Frederick Djajadinata menambahkan, sejalan dengan inisiatif pemerintah, Artificial Intelligence Institute for Progress (AIIP) hadir untuk menjembatani kebutuhan korporasi dan solusi yang ditawarkan startup. 

“Kami pun resmi meluncurkan batch kedua program akselerasi melalui inisiatif Project 80/20. Model kolaborasi ini terbukti efektif sejak batch perdana yang dilaksanakan pada 2024,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, program ini berfokus pada pemanfaatan AI untuk kebutuhan riil lintas sektor sekaligus menyiapkan talenta digital yang dapat bersaing di tingkat global.

“Batch pertama diikuti 15 startup AI, dibagi ke dalam jalur Playground untuk tahap awal dan Sandbox bagi yang lebih siap ke pasar. Hasilnya, sejumlah pilot project berhasil diluncurkan lintas sektor, bahkan beberapa startup mendapat pendanaan lanjutan,” imbuh Ray. 

Dia menambahkan, belajar dari pengalaman tersebut, batch kedua kini berfokus pada 9 startup terpilih yang dipasangkan dengan mitra korporasi sesuai kebutuhan industri. Tujuannya adalah memastikan integrasi jangka panjang, bukan sekadar uji coba.

“AI memiliki nilai jika bisa diterapkan di dunia nyata. Batch kedua ini memberi ruang lebih dalam untuk penyelarasan dan eksekusi yang fokus. Program akselerasi ini berlangsung hingga November 2025, dengan hasil akhir akan dipublikasikan pada akhir tahun,” tegas Ray.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network