JAKARTA, iNewsTangsel - Kegiatan Reuni Akbar 212 akan kembali digelar pada 2 Desember 2025 di kawasan Silang Monumen Nasional Jakarta dengan ribuan jamaah dari berbagai daerah. Menjelang acara besar tersebut, Majelis Mujahidin mengeluarkan imbauan khusus agar seluruh peserta menjaga ketertiban dan akhlak mulia sepanjang kegiatan.
Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin, M. Shobbarin Syakur, menegaskan bahwa silaturahmi dalam Reuni 212 harus dilakukan melalui jalur legal dan konstitusional. Ia menekankan manfaat pertemuan ini harus dirasakan tidak hanya umat Islam, tetapi seluruh masyarakat Indonesia.
“Kalau ini ingin melangkah silaturahmi, ya silaturahmi yang memiliki dampak positif. Tidak hanya untuk umat Islam, tapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Shobbarin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Majelis Mujahidin juga akan menyuarakan dukungan moral terhadap program pemberantasan korupsi Presiden Prabowo Subianto dalam Reuni 212 mendatang. Langkah ini menjadi bentuk nyata kontribusi umat dalam membantu pemerintah membersihkan bangsa dari praktik koruptif.
“Beliau minta dukungan tentang pemberantasan korupsi. Nanti juga kita sounding ke sana,” kata Shobbarin, menegaskan komitmen organisasinya.
Khusus jamaah dari Solo yang diperkirakan memberangkatkan beberapa bus, Shobbarin mengimbau untuk tetap taat aturan lalu lintas dan menjaga akhlakul karimah selama perjalanan serta di lokasi acara. Meski ia sendiri berhalangan hadir karena agenda di Padang, pesan ketertiban tetap disampaikan dengan tegas.
“Untuk teman-teman dari Solo, agar memenuhi undangan. Itu sebuah kebaikan. Untuk memenuhi itu harus taat peraturan, sesuai akhlakul karimah. Bagus saja,” terangnya.
Juru Bicara Reuni 212, Aziz Yanuar, memastikan semua persiapan acara sudah rampung dengan tema “Revolusi Akhlak untuk Selamatkan NKRI dari Penjahat dan Merdekakan Palestina dari Penjajah”. Ia menegaskan spirit persatuan 212 sejak 2016 terus dijaga melalui penguatan tiga pilar ukhuwah.
“Spirit 212 adalah untuk menguatkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Insaniyah. Spirit itu yang membangkitkan semangat kami dalam persatuan, maka tahun ini kami tetap mengadakan reuni akbar 212,” jelas Aziz Yanuar.
Acara yang akan diisi doa bersama, tausiah, dan orasi kebangsaan ini diharapkan berlangsung damai dan membawa pesan moral tinggi. Imbauan ketertiban dari Majelis Mujahidin menjadi pengingat bahwa Reuni 212 harus menjadi contoh silaturahmi yang membawa kebaikan bagi bangsa.
Editor : Aris
Artikel Terkait
