Beasiswa Tangerang Gemilang 2026, Sasar Warga Kurang Mampu Berprestasi

Elva
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menyerahkan beasiswa ke Kairo, Mesir. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali membuka pendaftaran program Beasiswa Tangerang Gemilang 2026 mulai 14 hingga 30 April 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemda dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu namun memiliki prestasi akademik.

‎Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tangerang, Chaidir menjelaskan, pendaftaran telah resmi dibuka dan akan berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Informasi teknis terkait program tersebut dapat diakses melalui situs resmi yang telah disediakan Pemda.

‎"Program beasiswa ini menyasar warga Kabupaten Tangerang yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, namun memiliki potensi akademik dan semangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah," katanya, Rabu (22/4/2026).

‎Dijelaskan, dalam pelaksanaannya, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan 33 perguruan tinggi, baik di wilayah Tangerang Raya, Provinsi Banten, hingga luar negeri. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan program serta menjaring calon mahasiswa yang belum tersentuh bantuan pendidikan.

‎"Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi bidang studi strategis. Tahun ini, kami menyediakan kuota khusus untuk satu calon pilot melalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug serta dua calon dokter melalui Universitas Sultan Ageng Tirtayasa," terangnya.

‎Dari sisi pendanaan, dipaparkan, pihaknya mengalokasikan anggaran hampir Rp22 miliar melalui APBD murni. Sementara itu, tambahan anggaran melalui APBD Perubahan (ABT) disiapkan untuk mendukung kerja sama dengan sembilan perguruan tinggi lainnya, sehingga total anggaran mencapai sekitar Rp25,5 miliar.

‎"Program ini mencakup pembiayaan pendidikan tanpa batasan lama studi, mengikuti ketentuan masing-masing perguruan tinggi. Bantuan juga diberikan untuk berbagai tahapan pendidikan, mulai dari mahasiswa baru, mahasiswa aktif yang mengalami kendala biaya, hingga mahasiswa tingkat akhir yang tengah menyelesaikan skripsi," terangnya.

‎Menurutnya, secara keseluruhan, kuota penerima beasiswa tahun ini mencapai sekitar 679 mahasiswa, termasuk mahasiswa yang sedang menjalani studi (ongoing). Pihkanya juga memberikan perhatian khusus pada mahasiswa tingkat akhir, yang kerap menghadapi kendala pembiayaan dalam penyelesaian studi.

‎"Adapun penerima beasiswa diprioritaskan bagi masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada desil 1 hingga desil 4. Bagi masyarakat yang belum terdaftar, tetap diberikan kesempatan untuk mengurus melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat," imbuhnya.

‎Ke depan, lanjut Chaidir, pihaknya juga mendorong keberlanjutan program dengan membuka peluang kerja bagi para lulusan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Swiss German University yang membuka akses penyaluran kerja ke luar negeri. Sedangkan, lulusan dari Kairo diharapkan dapat berkontribusi sebagai tenaga pengajar keagamaan di daerah.

‎"Program beasiswa diharapkan tidak hanya membantu akses pendidikan, tetapi juga menciptakan generasi muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah setelah menyelesaikan studi," tutup Chaidir. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network