JAKARTA, iNewsTangsel.id - Industri makanan dan minuman (F&B) yang semakin kompetitif mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tapi juga kemampuan membangun merek, efisiensi operasional, serta memahami perubahan tren pasar. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus dalam Toffin Masterclass 4.0 yang akan digelar di empat kota, yakni Semarang, Bali, Surabaya, dan Bogor pada September hingga Oktober 2026.
VP Marketing Toffin Indonesia Ario Fajar mengatakan, mengusung tema The Master’s Experience, kegiatan ini mempertemukan pemilik usaha F&B, praktisi industri, serta barista dalam sejumlah sesi diskusi mengenai pengembangan bisnis, pengelolaan operasional, hingga inovasi menu.
"Pertukaran pengalaman antara pelaku usaha dan praktisi menjadi salah satu kebutuhan dalam pengembangan industri F&B. Untuk itu, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh materi, tapi juga pengalaman dan relasi yang dapat diterapkan dalam bisnis masing-masing,” ujar Ario, Senin (7/9/2026).
Ia menjelaskan, berbeda dengan pelatihan yang berfokus pada aspek teknis, kegiatan tersebut membagi pembelajaran ke dalam tiga bagian, yakni diskusi bisnis dan pengembangan merek, pengenalan alur kerja operasional, serta pengalaman pengembangan menu.
"Pada sesi bisnis dan merek, sejumlah pemilik usaha akan membagikan pengalaman mengenai perkembangan pasar, strategi membangun merek, dan tantangan menjalankan bisnis," terangnya.
Sementara itu, pada sesi operasional, lanjutnya, menyoroti efisiensi alur kerja serta pemahaman produk yang relevan dengan kebutuhan industri.
"Sedangkan, sesi pengembangan menu, diarahkan untuk menunjukkan proses kolaborasi antara praktisi dan tim pengembangan produk dalam menciptakan sajian baru," imbuh Ario.
Salah satu praktisi industri kopi dan barista asal Hong Kong, Dawn Chan menambahkan, perkembangan persaingan di industri F&B membuat pelaku usaha dan pekerja profesional perlu terus menyesuaikan kemampuan dengan kebutuhan pasar.
"Materi mengenai alur kerja operasional menjadi semakin relevan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Apalagi, industri F&B sendiri menjadi salah satu sektor yang terus berkembang seiring perubahan pola konsumsi masyarakat. Namun, pertumbuhan tersebut juga diikuti persaingan yang semakin tinggi, terutama dalam bisnis kopi, restoran, dan produk makanan kekinian," katanya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
