TANGERANG SELATAN, iNewsTangsel.id - Persaingan pasar hunian di kawasan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), semakin mendorong pengembang memperkuat strategi pengembangan kawasan. Konektivitas, integrasi fasilitas, hingga keberadaan area komersial menjadi bagian dari strategi untuk menarik permintaan di tengah semakin beragamnya pilihan hunian.
Salah satu proyek yang melakukan penyesuaian strategi tersebut adalah Vermont Hills. Dikembangkan di atas lahan sekitar 2,8 hektare, kawasan ini mencakup sekitar 158 unit hunian dan 14 unit komersial.
Senior Architect PDW Architecture, Bagus Yanuar mengatakan, penguatan konektivitas menjadi salah satu perubahan utama dalam pengembangan kawasan Vermont Hills.
"Konektivitas akses akan menjadi nilai tambah, karena aksesnya akan jadi sangat mudah bagi warga untuk langsung ke kota besar di Serpong,” ujar Bagus dalam peluncuran pengembangan kawasan tersebut, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, akses kawasan diarahkan terkoneksi dengan sejumlah pusat aktivitas di kawasan Serpong, antara lain Stasiun Cisauk, Pasar Modern Intermoda dan akses Tol BSD Timur melalui koridor Jalan Raya Serpong-Cisauk.
"Konektivitas tersebut diproyeksikan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi nilai kawasan karena memberikan alternatif akses bagi penghuni menuju pusat transportasi, perdagangan dan kawasan perkotaan," imbuhnya.
Sementara itu, Chief Marketing Officer Vermont Hills, Andre Utama menambahkan, dari sisi pasar, perumahan ini menawarkan unit hunian dengan harga mulai dari kisaran Rp900 jutaan dengan bangunan dua lantai. Segmen tersebut menyasar konsumen yang mencari rumah tapak di kawasan Serpong dengan harga di bawah Rp1 miliar.
"Untuk itu, transformasi proyek dilakukan tidak hanya dari sisi pemasaran, tapi juga mencakup pengembangan kawasan dan pengalaman konsumen. Fase transformasi dari sisi pemasaran, pengembangan kawasan, customer experience, hingga penguatan positioning Vermont Hills di pasar Serpong telah dilakukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, strategi tersebut menunjukkan persaingan proyek hunian tidak lagi hanya bertumpu pada harga dan spesifikasi bangunan.
"Makanya, muulai menggabungkan produk rumah dengan konsep kawasan, akses transportasi, fasilitas bersama dan ruang komersial," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Chief Digital Officer Vermont Hills, Andika Pratama mengungkapkan, dampak perubahan strategi tersebut diharapkan mulai terlihat dalam satu hingga dua bulan ke depan.
“Fokus kami bukan hanya menjual produk, tapi juga menyediakan solusi perumahan berkualitas didukung kawasan dan produk yang didesain langsung oleh arsitek terkemuka kami serta harga yang kompetitif,” kata Andika.
Selain hunian, lanjut dia, pihaknya, pengembangan kawasan juga mencakup 14 unit komersial. Area tersebut dirancang menggunakan pendekatan on-street parking untuk menghubungkan aktivitas komersial dengan lingkungan hunian.
"Pola tersebut mencerminkan tren pengembangan kawasan yang semakin mengarah pada konsep mixed-use dalam skala lingkungan, di mana kebutuhan dasar penghuni diupayakan tersedia lebih dekat dengan tempat tinggal," paparnya.
Ia mengungkapkan, perumahan ini juga menyiapkan sejumlah fasilitas kawasan, seperti clubhouse, kolam renang, taman tematik, area bermain anak, lapangan basket, ruang komunal dan stasiun pengisian kendaraan listrik.
Dari sisi desain, proyek tersebut mengusung pendekatan arsitektur modern tropis dengan penekanan pada pencahayaan alami, sirkulasi udara, bukaan bangunan dan ruang terbuka.
"Untuk memperkuat jaringan penjualan, kami juga mulai melakukan sosialisasi kepada lebih dari 300 pemasar properti di kawasan Serpong melalui kegiatan di AEON Mall Serpong. Langkah tersebut dilakukan ketika pasar hunian Serpong semakin kompetitif, dengan pengembang harus membedakan produk melalui kombinasi harga, lokasi, aksesibilitas dan konsep kawasan," tutup Andika.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
