JAKARTA, iNewsTangsel.id - Tren personalisasi dalam industri fashion mendorong merek alas kaki menghadirkan produk yang memungkinkan konsumen mengekspresikan karakter pribadi. FitFlop menerjemahkan tren tersebut melalui koleksi Autumn/Winter 2026 yang mengadaptasi karya seniman pop art Keith Haring ke dalam desain alas kaki dengan detail yang dapat disesuaikan.
Koleksi ini menghadirkan ornamen enamel charm yang dapat dilepas dan dipasang kembali. Detail tersebut terinspirasi dari motif ikonik Haring dan memungkinkan pemakai memadukan aksesori sesuai gaya masing-masing.
Chief Product and Brand Officer FitFlop, Louise Noble, mengatakan koleksi ini dikembangkan dengan membawa filosofi Haring yang menempatkan seni sebagai milik semua orang.
"Keith Haring percaya bahwa seni adalah milik semua orang. Warisan inilah yang kami bawa ke dalam proses pengembangan dan kurasi koleksi ini," ujar Louise Noble, Sabtu (17/10/2026).
Menurut dia, koleksi musim ini mengeksplorasi karakter visual Haring melalui siluet baru, grafis berani, dan detail yang dapat dipersonalisasi.
Koleksi Autumn/Winter 2026 mencakup empat model, yakni Wylder Charm Boots, Wylder Chelsea Boots, Dash Trainers, dan Retro-Q FF Trainers. Pilihan tersebut mencakup alas kaki bergaya kasual hingga sepatu dengan siluet yang lebih klasik.
Penggunaan karya Haring juga memperlihatkan bagaimana elemen seni dapat diterjemahkan ke dalam produk fashion sehari-hari. Seniman asal Amerika Serikat itu dikenal melalui karya bergaya garis tegas, figur bergerak, dan simbol visual yang berkembang dari budaya jalanan New York pada 1980-an.
Melalui koleksi ini, FitFlop menggabungkan identitas visual Haring dengan konsep ekspresi individual. Pendekatan tersebut menempatkan alas kaki bukan hanya sebagai kebutuhan fungsional, tetapi juga sebagai bagian dari cara seseorang membangun gaya personal.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
