get app
inews
Aa Text
Read Next : 171.379 Rumah Rusak Akibat Bencana, Pembangunan Hunian Sementara Mulai Dilakukan di Sumatera

Bantuan 60 Ton Logistik Dikirim untuk Penyintas Banjir Sumatera–Aceh

Sabtu, 06 Desember 2025 | 10:49 WIB
header img
Kebutuhan mendesak masih menjadi perhatian utama, terutama pangan, air bersih, sanitasi, selimut, hingga layanan kesehatan. Foto ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Bantuan kemanusiaan kembali diberangkatkan untuk warga terdampak banjir besar di Sumatera dan Aceh. Pada Jumat (5/12), sebanyak 60 ton bahan pangan dilepas dari Jakarta menuju Medan sebagai pintu distribusi utama. Bantuan ini berisi minyak goreng, gula, tepung, serta makanan siap saji yang saat ini sangat dibutuhkan di lokasi bencana.

Pengiriman dilakukan melalui jalur laut, dengan gudang transit berada di Medan, Sumatera Utara. Distribusi ini dirancang untuk mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi akibat rusaknya akses darat dan terbatasnya persediaan makanan.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, turut hadir dalam pelepasan bantuan. Ia menegaskan pentingnya memastikan bantuan benar-benar sampai ke penyintas. “Tim yang membawa logistik ini harus mengawal dengan baik. Bantuan ini sangat berarti untuk warga yang sedang berjuang memulihkan diri,” tegas Saleh, Sabtu (6/12/2025).

Sementara itu, data sementara per Kamis (4/12) mencatat dampak banjir yang sangat besar: 770 jiwa meninggal dunia, 463 jiwa hilang, dan 2.600 lainnya terluka. Kerusakan fasilitas umum pun meluas, meliputi 354 bangunan publik, 213 fasilitas pendidikan, 132 rumah ibadah, 9 fasilitas kesehatan, serta hampir 300 jembatan.

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menjelaskan bahwa kondisi lapangan masih mengharuskan bantuan pangan menjadi prioritas.
“Di lokasi terdampak, makanan siap saji sangat dibutuhkan karena banyak warga kehilangan dapur dan akses memasak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengiriman bantuan ini akan terus diperkuat melalui cabang-cabang Dompet Dhuafa di tiga provinsi yang terdampak langsung. “Sejak banjir terjadi, kami bergerak dari cabang di Medan, Padang, dan Banda Aceh untuk melakukan respon cepat,” kata Ahmad.

Bantuan yang dikirim tidak hanya berupa pangan, tetapi juga kebutuhan dasar seperti alas tidur, perlengkapan bayi, serta kasur darurat. “Kasur ini sifatnya untuk kebutuhan darurat agar warga punya alas layak selama mengungsi,” jelas Ahmad.

Sebanyak 51 kabupaten di 3 provinsi menjadi wilayah terdampak. Hingga kini, tercatat 34.078 jiwa menerima manfaat bantuan, dengan berbagai upaya yang terus dilakukan seperti pendirian dapur umum, penyediaan pos hangat, distribusi air bersih, layanan bersih-bersih lingkungan, hingga pembagian paket sembako.

Kebutuhan mendesak masih menjadi perhatian utama, terutama pangan, air bersih, sanitasi, selimut, hingga layanan kesehatan. Upaya percepatan distribusi bantuan melalui jalur laut diharapkan dapat memperluas jangkauan dukungan kepada warga yang berada di titik-titik sulit dijangkau.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut