Lonjakan Wisata Indonesia ke Jepang Dorong Pembayaran Non-tunai Lintas Negara
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Di tengah tren meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke Jepang, baik untuk tujuan wisata maupun bisnis. Peningkatan perjalanan lintas negara ini turut berdampak pada aktivitas konsumsi wisatawan asing di sektor ritel, kuliner, perhotelan, hingga transportasi di Jepang.
Melihat tren tersebut, jaringan pembayaran internasional JCB meluncurkan kampanye transaksi lintas negara bertajuk Arigato! Cashback. Kampanye ini menyasar pemegang kartu asal Indonesia yang bertransaksi di Jepang.
“Program ini berlangsung pada 1 Februari hingga 30 April 2026 dan berlaku untuk transaksi langsung di merchant fisik di seluruh Jepang,” kata Direktur Utama JCB Indonesia, Yo Sato, Rabu (14/1/2026).
Dia menjelaskan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung kebutuhan transaksi pemegang kartu saat berada di luar negeri. Hal ini seiring dengan meningkatnya aktivitas perjalanan internasional.
“Kami berupaya memastikan pemegang kartu dapat bertransaksi secara aman dan nyaman, seiring meningkatnya aktivitas perjalanan lintas negara,” kata Yo Sato.
Dia memaparkan, dalam skema yang diterapkan, pengembalian dana diberikan kepada pemegang kartu yang melakukan transaksi kumulatif minimal 100.000 yen, dengan batas maksimal cashback 10.000 yen.
“Program ini berlaku bagi kartu JCB yang diterbitkan di Indonesia dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan perusahaan,” terangnya.
Menurutnya, sebagai perusahaan pembayaran yang berbasis di Jepang, kartu ini memiliki jaringan penerimaan merchant yang luas di pasar domestik. Kartu ini digunakan di berbagai sektor, mulai dari pusat perbelanjaan, restoran, hotel, hingga layanan transportasi.
“Dengan kartu ini memudahkan wisatawan asing dalam melakukan transaksi harian tanpa uang tunai,” tegasnya.
Dari sisi industri pembayaran, lanjut dia, kampanye ini mencerminkan persaingan antarjaringan pembayaran internasional dalam memanfaatkan momentum kebangkitan pariwisata global pascapandemi.
“Program insentif transaksi dinilai menjadi salah satu cara untuk mendorong preferensi penggunaan alat pembayaran tertentu di negara tujuan wisata,” imbuhnya.
Dia mengaku, pihaknya juga menyoroti aspek keamanan sebagai bagian dari pengembangan layanan pembayaran lintas negara. Untuk itu, pihaknya terus memperkuat sistem pengamanan transaksi melalui teknologi autentikasi dan pemantauan guna meminimalkan risiko serta meningkatkan kepercayaan pengguna.
“Di Indonesia, kami menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan untuk penerbitan kartu pembayaran internasional. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sistem pembayaran internasional,” tutup Yo Sato.
Editor : Elva Setyaningrum