get app
inews
Aa Text
Read Next : Budaya Nusantara, Jadi Inspirasi Desain Interior

Tembus Transaksi USD300 Juta, Pasar Global Tetap Percaya Furnitur Indonesia

Minggu, 08 Maret 2026 | 22:15 WIB
header img
Salah satu furnitur lokal peserta IFEX 2026. (Foto: Elva)

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Pameran furnitur dan kerajinan berskala internasional Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 resmi ditutup, Minggu (8/3/2026). Setelah berlangsung selama empat hari sejak Kamis (5/3/2026). Ajang business-to-business (B2B) tersebut mencatatkan nilai transaksi langsung sebesar USD300 juta dengan total kunjungan mencapai 13.437 buyers dan pengunjung dari berbagai negara.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan, capaian transaksi dan tingginya jumlah pengunjung menunjukkan furnitur Indonesia masih memiliki daya saing kuat di pasar global. Meskipun sempat muncul kekhawatiran terkait kondisi geopolitik global, hal tersebut tidak terlalu memengaruhi transaksi yang terjadi selama pameran. 

"Kehadiran buyers dari 86 negara menjadi bukti, produk lokal memiliki daya pikat tinggi. Tiongkok tercatat sebagai negara dengan jumlah pembeli terbanyak, disusul oleh Uni Eropa, Australia, Amerika Serikat, India, Singapura, Jepang, dan Malaysia, " ucapnya.

Selain pasar ekspor, lanjutnya, minat dari pasar domestik juga menunjukkan tren yang semakin positif. Sektor properti lokal menunjukkan minat tinggi terhadap furnitur bermaterial alami seperti batu, kayu solid, dan serat.

“Beberapa peserta pameran melaporkan adanya kesepakatan proyek lokal, terutama di sektor properti, seperti hunian sewa jangka pendek dan konsep akomodasi modern yang mengutamakan suasana hunian tenang dan dekat dengan alam," ungkapnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Himki Bidang Promosi dan Pemasaran, Djudjuk Aryani menambahkan, sekitar 500 lebih exhibitor menampilkan berbagai produk furnitur dengan kekayaan material khas Indonesia, seperti kayu solid, batu, serta serat alami dengan kemampuan mengombinasikan desain yang khas. 

"Produk berbahan alami tersebut menjadi salah satu yang paling diminati oleh buyers karena sejalan dengan tren global yang mengarah pada konsep hunian alami dan berkelanjutan," ujarnya. 

Menurut dia, pameran ini menjadi platform networking global bagi pelaku industri furnitur dan kerajinan yang mempertemukan produsen, buyers, desainer, hingga pelaku bisnis untuk menjalin kemitraan serta membuka peluang kolaborasi baru. 

“Sehingga pameran ini membuka berbagai peluang kerja sama baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri furnitur dunia,” imbuhnya. 

Dia menerangkan, dalam beberapa tahun terakhir setelah pandemi COVID-19, tipe pembeli mengalami perubahan. Jika sebelumnya didominasi pembeli ekspor, kini pembeli dari proyek domestik dan sektor ritel mulai meningkat.

“Kami juga memanfaatkan promosi digital untuk menjangkau buyers yang tidak dapat hadir secara langsung karena kondisi global. Melalui promosi online, calon pembeli tetap dapat melihat produk yang dipamerkan serta menjalin komunikasi bisnis dengan para peserta pameran,” pungkasnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut