Mahabbah Allah Pakem 9 Jadi Ruang Ekspresi Spiritual Lintas Generasi
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Konser Mahabbah Allah Pakem 9 hadir sebagai warna baru dalam perkembangan musik religi di Indonesia dengan menggabungkan unsur spiritualitas, kebangsaan, dan aransemen musik modern. Kegiatan ini digagas oleh PWI Jaya bersama komunitas Tiga Jantung sebagai upaya menghadirkan karya religi yang lebih relevan bagi lintas generasi.
Penggagas konser, Iris Riswoyo, mengatakan Mahabbah Allah Pakem 9 tidak sekadar menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang refleksi spiritual bagi masyarakat. “Kami ingin menghadirkan karya yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan maknanya. Lagu-lagu ini memiliki kedalaman spiritual yang kuat,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Iris, karya-karya Mbah Syaiful yang ditampilkan dalam konser tersebut memiliki nilai universal yang mampu melampaui batas generasi dan latar belakang. Hal ini menjadi alasan utama konsep konser dikemas dengan pendekatan modern agar lebih mudah diterima publik luas.
Sejumlah musisi lintas generasi terlibat dalam konser ini, termasuk Taraz Biztara dan Baruna Elpamas yang tergabung dalam Interstate Pakem 9 Band. Mereka menghadirkan aransemen pop rock tanpa menghilangkan pesan religius yang terkandung dalam lagu.
Taraz Biztara mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam proyek ini adalah menjaga keutuhan makna lagu. “Kami harus menerjemahkan karya para seniman senior agar bisa sampai ke hati penonton, tanpa mengurangi nilai spiritualnya,” katanya.
Sementara itu, Baruna Elpamas menilai karya Mbah Syaiful sebagai bentuk ekspresi seni yang jujur dan penuh makna. “Ini bukan sekadar lagu, tetapi seperti doa yang disampaikan melalui musik. Kami berusaha menyampaikan pesan itu secara utuh kepada penonton,” ujarnya.
Ke depan, Mahabbah Allah Pakem 9 direncanakan akan melakukan tur ke sejumlah kota besar di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pesan spiritual, sekaligus memperkuat nilai persatuan melalui medium musik religi yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Editor : Hasiholan Siahaan