Lebih dari Sekadar Meracik Kopi: Saat Teman Disabilitas Menjadi Barista Andal Senyuman
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Dunia kopi kini menjadi jembatan bagi para penyandang disabilitas untuk meraih kemandirian. Setelah menempuh pelatihan intensif selama 10 hari, rangkaian Pelatihan Barista bagi Penyandang Disabilitas resmi ditutup pada Senin (22/06).
Acara penutupan yang berlangsung penuh haru dan kebanggaan ini digelar di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Pusat.
Selama pelatihan, para peserta disabilitas antusias mendalami seni meracik kopi. Mereka dibekali pengetahuan komprehensif, mulai dari filosofi kopi, proses pengolahan biji kopi, teknik penyajian, hingga standar pelayanan pelanggan.
Tak sekadar belajar membuat kopi yang nikmat, kompetensi para barista hebat ini juga diperkuat dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Program ini dirancang bukan hanya sebagai ajang belajar, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan yang berkelanjutan. Fokusnya mencakup empat pilar utama: pelatihan barista, sertifikasi BNSP, pendampingan kerja intensif bagi para lulusan, serta pendampingan "Pojok Kopi" khusus bagi siswa SLB Negeri 05 Jakarta Barat. Tujuannya jelas, meningkatkan kompetensi, rasa percaya diri, dan membuka peluang kerja selebar-lebarnya di industri kopi bagi kelompok difabel.
Apresiasi besar datang dari pihak PPKD Jakarta Pusat dan SLB Negeri 05 Jakarta Barat. Kolaborasi sinergis ini dinilai sukses memberikan pengalaman baru yang berharga bagi para siswa, sekaligus menjadi modal penting untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam menghadapi dunia kerja yang nyata.
Sebagai puncak acara, seluruh peserta menerima sertifikat pelatihan dari PPKD Jakarta Pusat dan sertifikat kompetensi BNSP.
Momen ini menandai keberhasilan mereka bertransformasi menjadi barista yang siap bersaing, mandiri, dan berdaya di industri food & beverage.
Rangkaian program berdampak ini diinisiasi oleh PT Petrosea melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Petrodifa. Dalam pelaksanaannya, perusahaan berkolaborasi erat dengan PPKD Jakarta Pusat, Baitulmaal Muamalat (BMM), dan SLB Negeri 05 Jakarta Barat, serta didukung penuh oleh para orang tua peserta yang hadir menyaksikan kelulusan anak-anak mereka.
Langkah nyata ini juga menjadi wujud kepedulian dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program berfokus pada SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pelatihan inklusif, poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat kesiapan kerja disabilitas, serta poin ke-10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memberikan kesempatan setara bagi kelompok rentan.
Melalui sinergi yang kuat ini, lulusan pelatihan tidak hanya pulang membawa keterampilan baru dan sertifikasi profesi. Mereka kini membawa pulang harapan baru menuju kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih inklusif.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar