Teknologi AI Masuk ke Industri Kasur, Tingkatkan Kualitas Tidur hingga 20 Persen
TANGERANG, iNewsTangsel.id -
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini tak hanya diterapkan pada gawai dan perangkat elektronik, kini mulai merambah industri perlengkapan tidur. Teknologi AI dihadirkan melalui kasur pintar (smart bed) yang dirancang untuk meningkatkan kualitas tidur hingga 20 persen sekaligus mendukung gaya hidup sehat.
DeRUCCI Brand Spokesperson Bella Peng mengatakan, Indonesia menjadi negara pertama yang menghadirkan produk smart bed berbasis AI. Kasur ini dibekali algoritma AI 2.0, yang mampu mendeteksi bentuk tubuh serta posisi tidur pengguna secara real-time.Kehadiran teknologi ini sejalan dengan meningkatnya adaptasi masyarakat, terutama generasi muda, terhadap inovasi digital.
"Teknologi sekarang sudah masuk ke berbagai aspek kehidupan, termasuk kasur. Anak-anak muda sangat adaptif terhadap teknologi, sehingga produk seperti ini memiliki peluang besar di Indonesia," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, berbeda dengan kasur konvensional yang masih memerlukan pengaturan secara manual, smart bed ini mampu menyesuaikan tingkat kenyamanan secara otomatis. Dalam waktu sekitar dua menit setelah pengguna berbaring, sistem AI akan memindai postur tubuh dan mengatur tingkat tekanan kasur sesuai kebutuhan.
"Pada tipe tertinggi, kasur ini memiliki enam zona penyesuaian, meliputi area bahu, punggung, pinggang, bokong, betis, hingga kaki. Teknologi tersebut memungkinkan kasur memberikan dukungan yang berbeda pada setiap bagian tubuh sehingga posisi tidur menjadi lebih ergonomis," terang Bella.
Ia menjelaskan, penyesuaian otomatis tersebut membuat tubuh lebih cepat merasa nyaman. Jika rata-rata seseorang membutuhkan sekitar 30 menit untuk terlelap, penggunaan smart bed ini mampu mempercepat waktu tidur hingga sekitar 37,5 persen atau menjadi sekitar 19–20 menit.
"Selain membantu pengguna lebih cepat tertidur, teknologi AI juga mampu mengurangi frekuensi gerakan tubuh selama tidur hingga sekitar 20 persen. Berkurangnya gerakan saat tidur diyakini dapat meningkatkan kualitas istirahat karena tubuh tidak sering berpindah posisi. Dampaknya, kualitas tidur menjadi lebih baik," ungkapnya.
Bella menambahkan, pengembangan teknologi tidur pintar tersebut merupakan hasil investasi besar perusahaan di bidang riset dan pengembangan (research and development/R&D).
"Hadirnya kasur berbasis AI ini menunjukkan, inovasi teknologi kini semakin diarahkan untuk mendukung kesehatan preventif. Salah satunya, melalui peningkatan kualitas tidur yang merupakan faktor penting bagi kesehatan fisik maupun mental," tutup Bella.
Editor : Elva Setyaningrum