get app
inews
Aa Text
Read Next : ‎Olahraga Jadi Ruang Kebersamaan dan Edukasi Profesi, Diikuti 3.700 Pelari

Muslim Indonesia di Luar Negeri Hadapi Tantangan Ibadah dan Adaptasi Sosial

Minggu, 26 Juli 2026 | 19:30 WIB
header img
Peluncurkan buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas karya Ustadz Abdurrahman Zahier. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke berbagai negara membawa konsekuensi baru bagi kehidupan beragama umat Islam. Selain membuka peluang untuk menempuh pendidikan, bekerja, dan memperluas jejaring internasional, Muslim Indonesia yang tinggal di negara dengan populasi Muslim minoritas juga menghadapi tantangan dalam menjalankan ibadah dan mempertahankan identitas keislaman di tengah lingkungan multikultural.

‎Isu tersebut menjadi pembahasan dalam forum bertema, "Becoming Muslim in Borderless World", untuk mendiskusikan dinamika kehidupan Muslim di era global. Dalam kesempatan itu juga diluncurkan buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas karya Ustaz Abdurrahman Zahier.

‎Ustaz Abdurrahman Zahier mengatakan, buku tersebut disusun sebagai panduan bagi Muslim Indonesia yang tinggal, belajar, bekerja, maupun bepergian ke negara-negara dengan populasi Muslim yang relatif sedikit.

‎"Isinya mengulas berbagai persoalan praktis, mulai dari mencari tempat ibadah, memperoleh makanan halal, hingga menjaga praktik keagamaan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya dan agama berbeda," ujarnya, Minggu (26/7/2026).

‎Ia mengatakan, kehidupan sebagai Muslim di negara minoritas tidak hanya menuntut kemampuan menjalankan ibadah, tapi juga kemampuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar.

‎"Menjadi Muslim di negeri minoritas bukan berarti kehilangan identitas, melainkan menghadirkan nilai-nilai Islam melalui akhlak, kebijaksanaan, dan sikap yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," ucapnya.

‎Menurutnya, selain aspek fikih, pemahaman mengenai toleransi, adaptasi sosial, dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat setempat juga menjadi bekal penting bagi Muslim Indonesia yang hidup lintas negara.

‎"Saya berharap buku ini dapat menjadi teman perjalanan yang membantu setiap Muslim tetap menjaga prinsip agamanya, sekaligus mampu hidup berdampingan, memberi manfaat, dan menjadi representasi Islam yang membawa rahmat bagi siapa pun di sekitarnya," terang Ustadz. 

‎Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Budhi Dharma menambahkan, pentingnya keseimbangan antara menjaga identitas keagamaan dan berpartisipasi aktif sebagai bagian dari masyarakat global yang semakin beragam.

‎"Fenomena meningkatnya jumlah warga Indonesia yang beraktivitas di luar negeri membuat kebutuhan akan referensi mengenai praktik kehidupan beragama di lingkungan multikultural semakin relevan," kata Budhi.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut