get app
inews
Aa Text
Read Next : Dua Buku Baru Gus Choi Bahas Masa Depan NU dan Kesejahteraan Rakyat

CFX Ungkap Perdagangan Derivatif Crypto Capai Rp4,4 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:48 WIB
header img
Perdagangan derivatif crypto di Indonesia menunjukkan pertumbuhan di tengah meningkatnya aktivitas pasar aset digital. Foto ilustrasi

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perdagangan derivatif crypto di Indonesia menunjukkan pertumbuhan di tengah meningkatnya aktivitas pasar aset digital. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri menghadirkan fitur trading yang lebih sederhana bagi pengguna yang ingin mengenal instrumen derivatif.

Data laporan 2026 Q2 Crypto Industry Report CoinGecko mencatat volume perdagangan derivatif crypto global mencapai US$12,7 triliun pada kuartal II 2026. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan perdagangan spot yang mencapai US$1,95 triliun.

Di Indonesia, data Bursa Crypto Futures (CFX) menunjukkan nilai perdagangan pasar derivatif mencapai Rp4,4 triliun pada April 2026. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya aktivitas perdagangan derivatif di pasar aset crypto domestik.

PT Pintu Kemana Saja (PINTU) pada 19 Agustus 2026 meluncurkan Pintu Futures Lite, fitur trading derivatif crypto dengan alur transaksi yang dibuat lebih sederhana di aplikasi PINTU.

Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, fitur tersebut ditujukan bagi trader pemula dan menengah yang ingin memanfaatkan perdagangan derivatif dengan leverage. Pengguna dapat membuka posisi Long atau Short serta mengatur Take Profit dan Stop Loss.

“PINTU menghadirkan fitur Pintu Futures Lite sebagai pintu masuk bagi trader pemula maupun menengah yang ingin memulai trading derivatif crypto menggunakan leverage,” kata Andy, Rabu (19/8/2026).

Dalam penggunaannya, trader terlebih dahulu menentukan arah posisi, kemudian memasukkan margin dan memilih leverage melalui slider hingga maksimal 25 kali. Setelah posisi terbuka, perkembangan transaksi dapat dipantau secara real-time melalui halaman posisi aktif.

PINTU juga menyediakan mekanisme Isolated Margin, Take Profit, dan Stop Loss sebagai bagian dari pengelolaan risiko. Meski demikian, perdagangan futures dengan leverage tetap memiliki risiko tinggi karena kerugian dapat menghabiskan seluruh modal.

Andy mengatakan pengembangan fitur derivatif juga akan disertai edukasi dan pengelolaan risiko. Pengguna diminta melakukan riset mandiri sebelum melakukan transaksi karena leverage dapat memperbesar keuntungan sekaligus kerugian.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut