1.200 Pelari Bergerak Bersama Dukung Akses Air Bersih Anak di Daerah Terpencil
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Lebih dari 1.200 pelari mengikuti Run & Rise 2026 di Jakarta, akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut tidak hanya mengajak masyarakat berolahraga, tapi juga menggalang kepedulian terhadap keterbatasan akses air bersih yang masih dihadapi anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Sulawesi Selatan.
Executive Director Gugah Nurani Indonesia (GNI), Fransisca Sianturi mengataka, persoalan air bersih masih menjadi tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah terpencil. Kondisi tersebut berbeda dengan kehidupan masyarakat perkotaan yang relatif mudah memperoleh air hanya dengan membuka keran.
“Jika di perkotaan kita bisa mendapatkan air dengan mudah hanya dengan membuka keran, masyarakat di daerah terpencil masih harus berjalan jauh membawa jeriken,” ujar Fransisca, dalam keterangan, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program yang telah berjalan sejak 2024. Dukungan yang dihimpun akan diarahkan untuk membantu menyediakan fasilitas air bersih, mendekatkan sumber air dengan permukiman, hingga mengalirkan air ke rumah warga di wilayah sasaran.
"Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti tiga kategori lari, yakni Kid Dash 1K, Fun Run 5K, dan 10K. Pesan mengenai pentingnya akses air bersih juga disampaikan melalui sejumlah aktivitas yang melibatkan peserta, termasuk penggalangan donasi dan kegiatan yang memperkenalkan kondisi anak-anak di daerah sasaran," ungkapnya
Ia menjelaskan, dukungan yang terkumpul dalam acara tersebut antara lain donasi simbolis untuk akses air bersih sebesar Rp50 juta serta hasil Virtual Challenge Run for NTT senilai Rp25 juta. Bagi masyarakat di wilayah yang kesulitan memperoleh air bersih, persoalan tersebut tidak sekadar menyangkut ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.
"Akses air yang terbatas juga berkaitan dengan kesehatan, kebersihan, serta tumbuh kembang anak," tegasnya
Fransisca berharap kolaborasi berbagai pihak dapat mempercepat penyediaan fasilitas air bersih di desa-desa sasaran. Dengan tersedianya sumber air yang lebih dekat dengan permukiman, anak-anak diharapkan tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air.
“Kami berharap penyaluran bantuan fasilitas air bersih di desa-desa sasaran dapat segera terwujud, sehingga anak-anak tidak perlu lagi berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air,” katanya.
Diketahui, ajang lari ini menjadi tahun ketiga pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain menjadi ruang untuk mendorong gaya hidup sehat, kegiatan ini menjadi sarana mengajak masyarakat melihat persoalan sosial yang masih dihadapi anak-anak di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya terkait kebutuhan dasar seperti air bersih.
Editor: Elva Setyaningrum