Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : TV 4K King Series ini Hadirkan Fitur Canggih untuk Keluarga, Intip Spesifikasinya
Advertisement . Scroll to see content

‎Bukan Sekadar Nonton, Ini Alasan Konsumen Mulai Melirik TV Layar Besar

Rabu, 16 September 2026 | 20:27 WIB
  • author Elva
‎Bukan Sekadar Nonton, Ini Alasan Konsumen Mulai Melirik TV Layar Besar
Menonton televisi dengan layar lebar lebih seru. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Televisi di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar layar untuk menonton siaran. Kehadiran layanan streaming, konten 4K, pertandingan olahraga, hingga gaming membuat televisi perlahan berubah menjadi pusat hiburan di rumah. ‎Perubahan cara menikmati konten itu ikut mendorong minat terhadap layar berukuran lebih besar.

‎"Jika dahulu ukuran televisi banyak ditentukan oleh harga dan luas ruangan, konsumen kini mulai mempertimbangkan pengalaman visual," kata CEO TCL Indonesia, Evan Tang, dalam keterangan Rabu (16/9/2026).

‎Ia menjelaskan, layar lebih besar memberikan bidang pandang yang lebih luas sehingga film, pertandingan olahraga, maupun gim dapat dinikmati secara lebih imersif, terutama ketika ditonton bersama. Namun, tren tersebut tidak berarti semua rumah membutuhkan televisi berukuran jumbo.

‎"Kondisi hunian tetap menjadi faktor penting. Di perkotaan, apartemen, rumah kompak, dan ruang keluarga multifungsi membuat ukuran televisi harus disesuaikan dengan luas ruangan serta jarak menonton," ungkapnya.

‎Menurutnya, studi mengenai unit mikro apartemen di Jakarta yang dilakukan Ilmi Bilquish dan Dalhar Susanto dari Universitas Indonesia menemukan sejumlah tipe unit dengan luas kurang dari 45 meter persegi.

‎"Kondisi hunian semacam ini membuat efisiensi ruang menjadi pertimbangan ketika memilih perangkat elektronik rumah tangga," imbuhnya.

‎Ia mengungkapkan, perubahan ukuran televisi juga tidak selalu terjadi secara drastis. Banyak konsumen melakukan upgrade secara bertahap. Ukuran 32–43 inci masih memiliki tempat untuk kamar tidur, kamar anak, kamar sewa, atau ruang keluarga berukuran kompak.

‎"Ketika kebutuhan menonton bersama meningkat dan ruang memungkinkan, ukuran 50–55 inci menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan bidang pandang lebih luas," terangnya.

‎Sementara layar 65 inci ke atas lebih relevan bagi ruangan yang memiliki area menonton lebih besar, terutama untuk menikmati film, olahraga, dan gaming. Menariknya, selisih beberapa inci pada diagonal layar dapat menghasilkan tambahan luas visual yang cukup signifikan.

‎"Perpindahan dari 32 inci ke 40 inci, misalnya, menghasilkan peningkatan luas layar sekitar 56 persen. Sementara perpindahan dari 55 inci ke 65 inci memberikan tambahan luas layar sekitar 40 persen," ucapnya.

‎Dengan kata lain, kenaikan ukuran diagonal tidak selalu terasa kecil. Area visual yang bertambah dapat mengubah pengalaman menonton secara cukup signifikan. Meski demikian, ukuran layar bukan satu-satunya pertimbangan. Harga masih menjadi faktor penting karena televisi termasuk barang tahan lama yang penggunaannya dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 menunjukkan televisi layar datar berukuran minimal 30 inci masih menjadi bagian penting dari pola kepemilikan televisi masyarakat Indonesia. Perbedaan tingkat kepemilikan antarwilayah juga memperlihatkan bahwa kebutuhan dan kemampuan konsumen tidak seragam.

‎"Artinya, perpindahan menuju layar besar berlangsung secara bertahap. Konsumen tidak serta-merta mengganti televisi kecil dengan layar berukuran sangat besar, tetapi menyesuaikannya dengan kebutuhan, anggaran, dan kondisi rumah," ulasanya.

‎Ia memaparkan, perkembangan Smart TV turut mengubah pertimbangan ketika konsumen memilih televisi. Selain ukuran, kualitas gambar, resolusi, konektivitas, sistem operasi, serta akses terhadap berbagai layanan hiburan menjadi bagian dari keputusan pembelian.

‎Pada saat yang sama, ukuran layar harus disesuaikan dengan jarak menonton. Layar besar di ruangan yang terlalu sempit belum tentu memberikan pengalaman yang nyaman. Sebaliknya, televisi berukuran kecil di ruang keluarga yang luas dapat membuat detail visual kurang maksimal," ucapnya.

Karena itu, lanjut dia, memilih televisi kini semakin berkaitan dengan bagaimana ruang di rumah digunakan. Ruang keluarga yang sebelumnya hanya menjadi tempat berkumpul kini dapat berfungsi sebagai ruang menonton film, arena gaming, tempat menikmati pertandingan olahraga, hingga ruang hiburan bersama.

‎"Perubahan tersebut ikut menjelaskan mengapa layar televisi semakin besar. Bukan semata karena konsumen mengejar ukuran, tetapi karena fungsi televisi di rumah juga ikut berubah.

‎Pada akhirnya, upgrade televisi bukan hanya soal menambah beberapa inci. Yang berubah adalah cara keluarga menggunakan ruang dan menikmati hiburan di rumah," pungkasnya.

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut