Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 3.500 Pelajar di Bekasi Ikuti Tes Potensi Diri untuk Kenali Bakat dan Minat
Advertisement . Scroll to see content

‎Pasar Smart Lighting Indonesia Sasar Segmen Residensial

Kamis, 17 September 2026 | 20:09 WIB
  • author Elva
‎Pasar Smart Lighting Indonesia Sasar Segmen Residensial
Indonesia tengah memasuki fase transisi dari penggunaan lampu LED konvensional menuju smart lighting. (Foto: Elva)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap hunian ikut mendorong pergeseran pasar industri pencahayaan di Indonesia. Lampu tidak lagi hanya dipandang sebagai kebutuhan penerangan, tapi mulai berkembang menjadi bagian dari desain interior, hiburan, hingga teknologi rumah pintar.

‎Perubahan tersebut menjadi salah satu peluang bagi industri pencahayaan untuk memperluas pasar, khususnya melalui penetrasi teknologi smart lighting.

‎President Director Signify Commercial Indonesia Dedy Bagus Pramono mengatakan, perusahaan melihat potensi pertumbuhan pasar pencahayaan seiring berkembangnya kawasan hunian dan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap solusi pencahayaan yang lebih beragam.

‎“Intensi kami untuk terus mengembangkan store ini ke seluruh area di Indonesia. Apalagi, setelah membuka gerai di Surabaya dan Denpasar, kami memperluas jaringan ritel ke Gading Serpong," katanya saat Grand Opening Philips Lighting Store Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (17/9/2026).

‎Ia menjelaskan, alasan pemilihan kawasan tersebut, karena memiliki ekosistem hunian yang berkembang, termasuk keberadaan pemilik rumah, arsitek, kontraktor, dan pelaku industri pendukung lainnya.

‎"Ekspansi jaringan ini menjadi bagian dari strategi mendekatkan produk dan pengalaman pencahayaan kepada konsumen di kawasan residensial," ungkapnya.

‎Menurutnya, ekspansi juga disiapkan ke sejumlah kota lain. Beberapa wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan antara lain Bekasi, Bandung, dan Balikpapan.

‎“Di kuartal ketiga ini, kami merencanakan beberapa pembukaan, kemudian pada kuartal keempat juga akan berjalan ekspansi di area lainnya,” ujarnya.

‎Ia memaparkan, adapun strategi ekspansi yang dilakukan dengan jaringan. Jadi, gerai tidak hanya digunakan sebagai tempat penjualan, tetapi juga sebagai sarana konsumen melihat langsung penerapan pencahayaan sebelum menggunakannya di rumah.

‎“Yang kami tawarkan bukan hanya lampunya, tetapi bagaimana lampu itu diaplikasikan di ruangan. Selain konsumen rumah tangga, jaringan tersebut juga diarahkan untuk menjangkau kontraktor, instalator, dan pengembang melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen," urai Dedy.

Pada kesempatan yang sama, Head of Marketing Consumer Signify Commercial Indonesia Burhan Noor Sahid menambahkan, saat ini Indonesia tengah memasuki fase transisi dari penggunaan lampu LED konvensional menuju smart lighting. Penetrasi smart lighting di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan karena teknologi tersebut menawarkan fungsi yang lebih luas dibandingkan lampu konvensional.

‎“Indonesia sedang dalam masa transisi dari LED biasa ke smart lighting. Kami melihat potensinya sangat besar,” kata Burhan.

‎Ia mengungkapkan, smart lighting memungkinkan konsumen mengatur tingkat terang, warna, jadwal penggunaan, hingga mengendalikan lampu melalui perangkat pintar.

‎"Teknologi tersebut juga mulai terhubung dengan perangkat rumah lainnya, seperti televisi dan sistem hiburan. Integrasi ini membuka peluang bagi industri pencahayaan untuk masuk lebih jauh ke ekosistem smart home," terangnya.

‎Dari sisi bisnis, lanjut Burhan, perubahan tersebut membuat pasar pencahayaan tidak lagi hanya bertumpu pada penjualan produk lampu, tetapi berkembang menuju layanan dan ekosistem teknologi yang lebih luas.

‎"Sehingga pertumbuhan kawasan hunian di sekitar Jakarta turut menjadi sasaran pasar kami. Apalagi, desain rumah yang semakin beragam menciptakan kebutuhan pencahayaan yang lebih spesifik," imbuhnya.

‎Ia menerangkan, seperti halnya rumah gaya modern, klasik, hingga Japandi membutuhkan pendekatan pencahayaan yang berbeda. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku industri untuk menawarkan produk berdasarkan kebutuhan ruang dan desain, bukan sekadar berdasarkan jenis lampu.

‎"Kami juga menyediakan layanan konsultasi pencahayaan bagi konsumen. Konsultasi mencakup pemilihan warna, bentuk, tingkat pencahayaan, hingga kombinasi antara pencahayaan fungsional dan dekoratif. Model layanan tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam rantai nilai bisnis pencahayaan, dari sekadar transaksi produk menuju solusi pencahayaan untuk hunian," paparnya.

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut