Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jalan Rawa Buntu Serpong Terapkan Uji Coba U-Turn, Ini Dua Lokasinya
Advertisement . Scroll to see content

Kadispora Tangsel Mundur di Tengah Persiapan Porprov, Pengamat Soroti Meritokrasi Birokrasi

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:45 WIB
  • author Doni Marhendro
Kadispora Tangsel Mundur di Tengah Persiapan Porprov, Pengamat Soroti Meritokrasi Birokrasi
Kadispora Tangsel, Mukroni, mundur dari jabatannya. Foto: Istimewa/Doni Marhendro.

CIPUTAT, iNewsTangsel – Mundurnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Mukroni, di tengah persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 memunculkan sorotan terhadap tata kelola birokrasi di lingkungan Pemkot Tangsel.

Mukroni resmi meninggalkan jabatan Kadispora terhitung 1 Oktober 2026. Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebut keputusan tersebut diambil karena alasan pribadi.

Pemkot juga menyampaikan Mukroni tengah fokus pada kesehatan dan menyelesaikan pendidikan S3.

Untuk mengisi kekosongan jabatan, Benyamin menunjuk Staf Ahli Wali Kota, H Ika, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadispora. 

Plt Kadispora juga diarahkan segera melakukan konsolidasi dan menangani persiapan Porprov yang dijadwalkan berlangsung November 2026.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul, menilai mundurnya seorang pejabat dari jabatan strategis tanpa persoalan hukum merupakan sesuatu yang patut dicermati, terlebih terjadi menjelang agenda besar daerah.

“Pertama, mundurnya seorang pejabat, apalagi tidak ada kaitannya dengan persoalan hukum, itu jarang sekali terjadi. Kultur birokrasi kita, jangankan mundur, tersangkut kasus saja kalau belum ada penetapan pengadilan biasanya tidak mau mundur,” ujar Adib Miftahul kepada iNewsTangsel, Jumat (2/10/2026).

Menurut dia, waktu pengunduran diri Mukroni yang berdekatan dengan pelaksanaan Porprov perlu menjadi bahan evaluasi, meski belum ada bukti yang menunjukkan keputusan tersebut berkaitan dengan persiapan pesta olahraga tingkat Provinsi Banten itu.

“Ketika ada pejabat yang tidak tersangkut persoalan hukum, tetapi kemudian mundur, tentu ada sesuatu yang perlu dilihat. Memang isunya masih sumir, tetapi menurut saya, salah satu hal yang perlu dicermati adalah persiapan Porprov yang mungkin tidak memenuhi ekspektasi pejabat di atasnya, seperti wali kota maupun wakil wali kota,” katanya.

Adib menegaskan, pandangan tersebut merupakan analisis atas situasi yang berkembang, bukan kesimpulan bahwa Mukroni dicopot karena persoalan Porprov.

“Dicopot atau mundur tentunya hampir sama saja. Tetapi yang paling masuk akal untuk dicermati adalah bagaimana gelaran Porprov itu dipersiapkan, terutama dari sisi perencanaannya,” ujarnya.

Ia kemudian menyoroti persoalan yang lebih luas, yakni mekanisme penempatan pejabat dalam jabatan strategis di pemerintahan daerah.

Menurut Adib, mundurnya seorang kepala dinas harus menjadi momentum bagi Pemkot Tangsel untuk mengevaluasi pola meritokrasi, mutasi, hingga penempatan pejabat berdasarkan kompetensi dan kapasitas.

“Ini juga menjadi warning mengenai pola meritokrasi dan pola kenaikan jabatan. Kalau jabatan struktural ditempatkan kepada orang yang tidak qualified, ini harus menjadi catatan,” katanya.

Adib menilai kepala dinas memiliki posisi penting karena menjadi salah satu eksekutor kebijakan pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Menjadi kepala dinas itu tidak boleh gagal, karena kepala dinas merupakan eksekutor yang berhadapan langsung dengan masyarakat," kata Adib 

"Karena itu, proses perekrutan maupun mutasi jabatan sangat penting. Harus dilihat sejauh mana orang yang ditempatkan pada level tersebut memiliki kualitas, kompetensi, dan integritas,” sambungnya.

Ia menambahkan, pergantian pejabat menjelang agenda besar seperti Porprov juga harus dipastikan tidak mengganggu pelayanan publik maupun target program yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jangan sampai persoalan seperti ini kembali terjadi, tiba-tiba ada pejabat yang mundur. Pemerintah harus memastikan orang yang ditempatkan memang memiliki kompetensi dan mampu menjalankan target yang sudah ditentukan,” katanya.

Sementara itu, Pemkot Tangsel menegaskan persiapan Porprov tetap berjalan. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyebut tidak ada kendala dalam persiapan sejauh ini. 

Posisi Ketua Harian PB Porprov yang sebelumnya melekat pada jabatan Kadispora juga otomatis beralih kepada Plt Kadispora.

Dengan demikian, mundurnya Mukroni menjadi perhatian bukan hanya karena waktunya yang berdekatan dengan Porprov, tetapi juga karena pergantian pimpinan Dispora terjadi saat tahapan persiapan event olahraga tersebut tengah berjalan.

Editor: Doni Marhendro

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut