AI Mulai Mengubah Profesi Akuntan Publik, Apakah Manusia Bisa Tergantikan?
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan analitik data mulai mengubah cara kerja akuntan publik, terutama dalam menganalisis informasi, mendeteksi risiko, dan mendukung proses audit. Namun, perkembangan teknologi tersebut tetap membutuhkan pengawasan manusia, integritas, serta kemampuan mengambil keputusan profesional.
Isu ini menjadi salah satu pembahasan dalam CPA Days 2026 yang diselenggarakan School of Accounting BINUS University bersama Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) pada 8–10 Oktober 2026 di BINUS Alam Sutera, Tangerang.
Mengusung tema Catalysts of Tomorrow: Transforming Assurance Through Intelligence, forum tersebut mempertemukan kalangan akademisi, praktisi, regulator, dan mahasiswa untuk membahas tantangan profesi akuntan publik di tengah perkembangan teknologi dan perubahan regulasi.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA, mengatakan AI dan analitik data dapat membantu meningkatkan kecepatan serta ketepatan analisis. Meski demikian, pemanfaatan teknologi harus tetap disertai tanggung jawab manusia.
“Teknologi dapat membantu memperkuat professional judgment, tetapi bagaimana teknologi tersebut digunakan tetap menjadi tanggung jawab manusia,” ujar Nelly, Selasa (13/10/2026).
Menurut dia, penerapan teknologi dalam profesi akuntan publik perlu berjalan seiring dengan etika, standar profesi, akuntabilitas, dan kepercayaan. Dengan demikian, penggunaan AI tidak menghilangkan peran manusia dalam menjaga kualitas hasil pemeriksaan.
Sejumlah sesi dalam CPA Days 2026 membahas kesiapan auditor menghadapi perubahan bisnis dan regulasi, serta pentingnya pertimbangan profesional di tengah penggunaan AI. Topik seperti Assurance in the Digital Era dan Human Judgment in the Age of AI menjadi bagian dari diskusi mengenai masa depan layanan assurance.
Presiden IAPI, Tarkosunaryo, menilai transformasi profesi akuntan publik membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kompetensi dan integritas.
“Transformasi profesi akuntan publik tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk mengadopsi teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang memiliki integritas, kompetensi, dan professional judgment yang kuat,” katanya.
Selain diskusi profesi, kegiatan tersebut menghadirkan International CPA Days Conference 2026 yang mencakup pembahasan audit dan assurance, tata kelola perusahaan, pelaporan korporasi, perpajakan, keberlanjutan, sistem informasi akuntansi, serta pendidikan akuntansi.
Penyelenggaraan CPA Days 2026 juga bertepatan dengan 30 tahun Program Studi Accounting BINUS University. Momentum ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan profesi yang terus berkembang.
Dekan School of Accounting BINUS University, Prof. Rindang Widuri, S.Kom., S.Akun., M.M., Ph.D., mengatakan lulusan akuntansi perlu memiliki kemampuan mengolah data dan memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan integritas.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi, kesiapan calon akuntan diharapkan tidak hanya bertumpu pada penguasaan standar dan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab di tengah perkembangan AI.
Editor: Hasiholan Siahaan