Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jalan Rawa Buntu Serpong Terapkan Uji Coba U-Turn, Ini Dua Lokasinya
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Muntaber Massal di Serpong Lagoon, Hasil Lab Air Mengandung E. coli

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:50 WIB
  • author Doni Marhendro
Kasus Muntaber Massal di Serpong Lagoon, Hasil Lab Air Mengandung E. coli
Komisi II DPRD Tangsel ketika menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan warga Perumahan Serpong Lagoon. Foto: Doni Marhendro.

SETU, iNewsTangsel – Kasus muntah dan diare (muntaber) massal yang dilaporkan terjadi di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi perhatian Komisi II DPRD Tangsel.

Hingga sehari sebelum Rapat Dengar Pendapat (RDP), tercatat sekitar 145 kasus, dengan mayoritas korban merupakan anak-anak, Rabu (14/10/2026).

Sekitar 80 persen dari jumlah kasus tersebut dilaporkan dialami anak-anak. Sejumlah warga juga disebut mengalami gangguan kesehatan hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dalam RDP bersama warga dan pihak terkait, persoalan kualitas air yang dipasok melalui instalasi Water Treatment Plant (WTP) menjadi salah satu perhatian utama.

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air yang diperiksa dilaporkan menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli).

Ketua RT 4/7, Perumahan Serpong Lagoon, Heru Cahyono, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium yang disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkuat kekhawatiran warga.

“Ya, sudah jelas. Buktinya sudah ada dan hasil laboratoriumnya juga sudah keluar, sebagaimana disampaikan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," terang Heru 

"Berdasarkan hasil uji sampel air yang diambil dari sembilan rumah di wilayah Perumahan Serpong Lagoon, air tersebut dinyatakan tidak layak digunakan,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricky Yuanda, menyatakan melalui draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi sebelum dikutip langsung, bahwa RDP digelar sebagai tindak lanjut laporan warga mengenai kasus muntaber tersebut.

Menurut draf pernyataan itu, persoalan ini perlu ditangani secara serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat.

"Sebagai langkah awal, Dinkes merekomendasikan agar warga untuk sementara tidak mengonsumsi air dari WTP tersebut," terang Ricky Yuanda ketika dijumpai iNewsTangsel di DPRD Tangerang Selatan.

Namun, penyebab pasti kasus muntaber masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Temuan bakteri dalam sampel air perlu ditindaklanjuti untuk mengetahui kaitannya dengan gangguan kesehatan yang dialami warga.

Komisi II DPRD Tangsel selanjutnya akan meminta rekomendasi dari Dinkes dan DLH sebagai dasar menentukan langkah penanganan.

Warga berharap pihak terkait segera mengambil tindakan agar kualitas air yang digunakan masyarakat dapat dipastikan aman dan kasus serupa tidak kembali terjadi.

Editor: Doni Marhendro

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut