FFW 2026 Masuki Babak Akhir, Lima Juri Tentukan Pemenang Film Indonesia
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Festival Film Wartawan Indonesia (FFW) 2026 memasuki babak akhir penjurian dengan melibatkan lima juri dari kalangan wartawan senior, kritikus, dan pengamat film. Mereka bertugas menentukan pemenang dari sejumlah kategori berdasarkan kualitas cerita, nilai budaya, relevansi sosial, dan keberanian artistik.
Lima juri tersebut adalah Frans Sartono, Susi Ivvaty, Hilmi Faiq, Seno Joko Suyono, dan Didang Pradjasasmita. Mereka akan menilai nominasi Film Terbaik, Aktor dan Aktris Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Terbaik, hingga Penyunting Gambar Terbaik.
Proses penjurian akhir dilakukan setelah 21 anggota Komite Seleksi menyaring ratusan film Indonesia selama lima bulan. Film yang dinilai mencakup karya yang tayang di bioskop maupun layanan streaming atau over-the-top (OTT) pada periode 1 Oktober 2025 hingga 30 September 2026.
Ketua Panitia FFW 2026, Benny Benke, mengatakan penjurian akhir berlangsung secara independen dan intensif hingga akhir Oktober 2026. Para juri akan menonton ulang film-film nominasi, berdiskusi, dan menentukan pemenang berdasarkan penilaian masing-masing.
“Juri Akhir resmi mulai bekerja. Mereka akan menonton ulang, mendiskusikan, dan memutuskan pemenang dari nominasi yang sudah dihasilkan Komite Seleksi. Keputusan juri akhir bersifat mutlak dan independen dari kacamata wartawan,” ujar Benny Benke, Minggu (18/10/2026).
Sementara itu, juri akhir Didang Pradjasasmita menegaskan, penilaian FFW tidak semata-mata mengacu pada popularitas film atau jumlah penonton. Aspek kejujuran cerita, nilai budaya, relevansi sosial, dan dampak karya menjadi pertimbangan dalam menentukan pemenang.
“FFW bukan mencari film yang paling banyak ditonton atau paling viral saja. Kami mencari film yang jujur secara cerita, punya nilai budaya, relevan secara sosial, berani secara artistik, dan punya dampak,” kata Didang.
Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada Malam Puncak Anugerah FFW 2026 pada November mendatang. Sebelum itu, para juri akan menyelesaikan perdebatan, pemungutan suara, dan pencarian konsensus untuk menentukan karya serta insan perfilman yang dinilai terbaik.
Editor: Hasiholan Siahaan