Sembilan Gitaris Legendaris Bakal Bersatu di Konser Guns N’ Roses Jakarta
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Sembilan gitaris legendaris Indonesia akan tampil dalam satu panggung untuk merayakan perjalanan musik rock Tanah Air. Kolaborasi bertajuk 9 Dewa Gitar dijadwalkan menjadi penampil pembuka konser Guns N’ Roses di Jakarta pada 21 November 2026.
Proyek ini mempertemukan musisi lintas generasi, mulai dari Ian Antono, Eet Sjahranie, John Paul Ivan, Dewa Budjana, Totok Tewel, Edi Kemput, Pay Burman, Azis MS, hingga Rhoma Irama. Mereka akan membawakan sejumlah lagu pilihan yang merepresentasikan perkembangan musik rock Indonesia dari berbagai era.
Kehadiran Rhoma Irama menjadi salah satu sorotan dalam kolaborasi tersebut. Dikenal sebagai Raja Dangdut, Rhoma juga memiliki rekam jejak dalam musik rock klasik era 1970-an dan akan kembali menunjukkan kemampuannya memainkan gitar elektrik.
Founder Rajawali Indonesia, Anas Alimi mengatakan, ide tersebut muncul saat memilih musisi Indonesia yang akan membuka konser grup rock asal Amerika Serikat itu. Ia kemudian menggagas pertemuan sembilan gitaris yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam sejarah musik rock nasional.
“9 Dewa Gitar ini tercetus saat saya dalam proses memilih dan mengkurasi musisi Indonesia untuk opening act. Banyak sekali opsinya. Jadi saya pilih untuk menyandingkan sembilan gitaris legendaris di industri musik Indonesia,” ujar Anas, Minggu (18/10/2026).
Pertunjukan ini juga melibatkan Achmad Albar, Krisyanto, dan Roy Jeconiah sebagai pengisi vokal. Sementara itu, Rere Reza akan mengisi posisi drum, Shadu Rasjidi bermain bas, dan Rio Ricardo bertugas sebagai pemain kibor.
Music Director 9 Dewa Gitar, Dewa Budjana, menjelaskan bahwa penampilan akan dikemas melalui rotasi kelompok gitaris sebelum seluruh musisi bersatu pada lagu penutup. Format tersebut dirancang untuk menampilkan karakter musikal masing-masing gitaris sekaligus membangun kolaborasi di atas panggung.
Konser Guns N’ Roses di Jakarta dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2026. Namun, terdapat perbedaan informasi lokasi dalam materi penyelenggara: bagian awal menyebut Stadion Madya Senayan, sedangkan bagian akhir mencantumkan Indonesia Arena. Lokasi konser perlu dikonfirmasi kepada promotor.
Editor: Hasiholan Siahaan