Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jalan Rawa Buntu Serpong Terapkan Uji Coba U-Turn, Ini Dua Lokasinya
Advertisement . Scroll to see content

Asal-usul Pamulang Tangsel: Kisah Ki Kamung hingga Legenda Pak Pulang

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:02 WIB
  • author Doni Marhendro
Asal-usul Pamulang Tangsel: Kisah Ki Kamung hingga Legenda Pak Pulang
Tugu Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Foto: Istimewa.

PAMULANG, iNewsTangsel – Asal-usul nama Pamulang di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menyimpan sejumlah cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Dua kisah yang dikenal masyarakat adalah legenda Ki Sinar Pamulang atau Ki Kamung dan cerita tentang ungkapan “Pak, pulang”.

Namun, kedua cerita tersebut perlu dibedakan dari sejarah administratif Pamulang. Legenda merupakan bagian dari tradisi lisan yang berkembang di masyarakat, sedangkan sejarah administratif dapat ditelusuri melalui dokumen resmi dan catatan pemerintahan.

Dari sejumlah sumber yang berhasil dikutip iNewsTangsel, Sebtub(24/10/2026), kisah Ki Sinar Pamulang menjadi salah satu cerita rakyat yang dikaitkan dengan asal-usul wilayah tersebut.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, Ki Kamung digambarkan sebagai seorang pencari ikan yang baik hati dan suka menolong. Kisahnya berlatar masa konflik antara Banten dan Belanda.

Ki Kamung diceritakan pernah menghadapi roh halus bernama Suramanta di Sungai Cisadane. Saat mencari ikan di Situ Pamulang, ia kemudian menemukan seorang bayi di dalam jaringnya.

Menurut legenda tersebut, bayi itu merupakan anak Ki Demang dan Nyi Bandriyah yang gugur akibat pengkhianatan. Ki Kamung lalu merawat bayi tersebut hingga muncul peristiwa luar biasa yang dipercaya masyarakat sebagai mukjizat.

Dalam akhir cerita, Ki Kamung dan keluarga bayi itu dikisahkan menghilang atau terbang ke langit. Lokasi yang dikaitkan dengan kisah tersebut kemudian dikenal sebagai Makam Keramat Jabang Bayi atau Makam Ki Sinar Pamulang.

Meski dikenal sebagai cerita turun-temurun, kisah tersebut belum dapat diperlakukan sebagai fakta sejarah yang terverifikasi.

Unsur roh halus, penemuan bayi, hingga peristiwa terbang ke langit merupakan bagian dari narasi legenda yang memerlukan bukti tersendiri apabila hendak dinyatakan sebagai peristiwa sejarah.

Keberadaan makam yang dikaitkan dengan cerita tersebut juga tidak serta-merta membuktikan seluruh rangkaian peristiwa dalam legenda benar-benar terjadi.

Cerita rakyat lainnya menghubungkan nama Pamulang dengan ungkapan “Pak, pulang”. Kisah ini berkembang melalui penuturan masyarakat mengenai kondisi kawasan Pamulang pada masa lalu.

Dalam versi tersebut, Pamulang digambarkan sebagai tempat persinggahan dengan hamparan rumput hijau dan perkebunan karet milik tuan tanah. 

Kawasan itu konon menjadi tempat beristirahat para pejuang atau pasukan rakyat yang kelelahan setelah melakukan perjalanan maupun penyerangan ke Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta.

Sementara itu, keluarga yang menunggu kepulangan para lelaki tersebut disebut kerap menyerukan panggilan “Pak, pulang”. Ungkapan itu kemudian dipercaya sebagai asal-usul nama Pamulang.

Akan tetapi, cerita tersebut belum disertai bukti dokumenter yang memastikan hubungan antara ungkapan “Pak, pulang” dan penamaan Pamulang.

Tanpa dukungan arsip, peta lama, dokumen penamaan wilayah, atau sumber sejarah sezaman, penjelasan tersebut lebih tepat disebut sebagai etimologi rakyat, yakni penafsiran asal-usul nama yang berkembang melalui tradisi lisan.

Dengan demikian, kisah “Pak, pulang” dapat dipandang sebagai bagian dari warisan cerita masyarakat, tetapi belum dapat dinyatakan sebagai asal-usul nama Pamulang yang telah terbukti secara historis.

Berbeda dari kedua cerita rakyat tersebut, perkembangan administratif Pamulang berkaitan dengan penataan wilayah pemerintahan yang dapat ditelusuri melalui dokumen resmi.

Dalam riwayat yang beredar, pada 22 September 1981 wilayah ini disebut pernah dikenal sebagai Kemantren Kedaung berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Barat.

Selanjutnya, pada masa pemerintahan Bupati Tangerang H. Tadjus Sobirin, yang menjabat pada 1983–1993, muncul usulan perubahan nama dan status wilayah. Pamulang kemudian disebut ditetapkan sebagai kecamatan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1992.

Informasi mengenai tanggal, nama wilayah administratif, pejabat, dan dasar hukum tersebut pada prinsipnya dapat diperiksa melalui naskah peraturan, lembaran negara, arsip daerah, serta catatan resmi pembentukan wilayah.

Namun, rincian kronologi tersebut tetap perlu dicocokkan dengan dokumen primer untuk memastikan ketepatan nomenklatur, tanggal, dan dasar hukum pembentukan Kecamatan Pamulang.

Penelusuran ini penting agar sejarah administratif Pamulang tidak hanya bersandar pada riwayat yang beredar, tetapi memiliki landasan dokumenter yang dapat dipertanggungjawabkan.

Legenda Ki Sinar Pamulang dan kisah “Pak, pulang” tidak harus diabaikan dalam upaya memahami masa lalu Pamulang. Keduanya dapat menjadi bagian dari warisan budaya lokal yang menggambarkan cara masyarakat memaknai lingkungan dan sejarah tempat tinggal mereka.

Namun, cerita rakyat perlu ditempatkan sesuai kedudukannya. Tradisi lisan dapat menjadi petunjuk awal untuk penelitian sejarah, tetapi tidak otomatis membuktikan bahwa setiap peristiwa di dalamnya benar-benar terjadi.

Sebaliknya, perubahan status wilayah dan penetapan kecamatan merupakan persoalan administratif yang dapat diuji melalui dokumen pemerintahan. Sementara itu, asal-usul nama Pamulang masih memerlukan penelusuran arsip lama, peta, catatan kolonial, dan sumber sejarah sezaman.

Karena itu, legenda Ki Sinar Pamulang dan kisah “Pak, pulang” sebaiknya diperkenalkan sebagai cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat, bukan sebagai fakta sejarah yang telah dipastikan.

Dengan membedakan tradisi lisan dan bukti dokumenter, warisan cerita masyarakat Pamulang tetap dapat dilestarikan tanpa mengaburkan batas antara legenda dan sejarah.

Editor: Doni Marhendro

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut