Teknologi AI Gratis Masuk Kampus, Mahasiswa Bisa Ciptakan Inovasi
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta digital. Akses terhadap teknologi pengembangan perangkat lunak berbasis AI kini menjadi salah satu upaya untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.
Melalui program Kiro for Students, mahasiswa bisa memanfaatkan teknologi AI dari Amazon Web Services (AWS) untuk mengembangkan ide menjadi aplikasi dan prototipe digital. Program ini menyediakan 1.000 kredit gratis setiap bulan selama satu tahun untuk mendukung proses belajar dan pengembangan proyek teknologi.
Inisiatif tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mempelajari proses pengembangan perangkat lunak secara lebih terstruktur, mulai dari menyusun kebutuhan sistem, merancang aplikasi, hingga menghasilkan kode pemrograman dengan bantuan AI.
BINUS University menjadi universitas pertama di Indonesia yang bergabung dalam program Kiro for Students. Program tersebut diumumkan pada 28 Oktober 2026 dan memberikan akses gratis selama satu tahun kepada seluruh mahasiswa.
Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Derwin Suhartono, mengatakan penggunaan AI dalam pembelajaran harus tetap disertai kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab dalam menghasilkan solusi teknologi.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan solusi teknologi, tetapi juga memahami dan bertanggung jawab atas solusi yang mereka kembangkan,” ujar Derwin, Kamis (29/10/2026).
Kiro merupakan perangkat pengembangan perangkat lunak berbasis AI yang membantu pengguna menerjemahkan ide menjadi rancangan sistem, daftar pekerjaan, dan kode pemrograman. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa memahami tahapan pengembangan aplikasi sebelum menerapkannya menjadi produk nyata.
Dekan School of Information Systems BINUS University, Dr. Rudy, S.Kom., M.M., menilai teknologi tersebut dapat membantu mahasiswa mengeksplorasi ide dan mengembangkan solusi digital berdasarkan kebutuhan pengguna.
“Dengan dukungan teknologi AI dari AWS, mahasiswa dapat mempercepat proses pengembangan ide, menguji relevansinya terhadap kebutuhan pengguna, serta menunjukkan bagaimana solusi yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi maupun masyarakat luas,” kata Rudy.
Mahasiswa bidang Computer Science dapat memanfaatkan Kiro untuk mendukung pembelajaran algoritma, rekayasa perangkat lunak, pengolahan data, dan AI. Sementara itu, mahasiswa Information Systems dapat menggunakannya untuk mengembangkan layanan digital serta menguji berbagai solusi bagi kebutuhan bisnis.
Head of APJ Market Expansion and Strategic Partnership AWS, Yashinta Bahana, mengatakan akses terhadap teknologi AI yang juga digunakan oleh kalangan profesional dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi perubahan industri.
“Program Kiro for Students memberikan akses kepada mahasiswa terhadap teknologi pengembangan berbasis AI yang juga digunakan oleh para profesional saat ini,” ujar Yashinta.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kompetensi digital sekaligus menghasilkan prototipe yang dapat diuji dan dikembangkan lebih lanjut. Pemanfaatan AI dalam pendidikan pun diarahkan tidak sekadar mempercepat proses pemrograman, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.
Editor: Hasiholan Siahaan