JAKARTA, iNewsTangsel.id - Universitas Andalas (Unand) kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia riset dengan memperkenalkan inovasi terbaru berupa alat deteksi kematangan tandan buah segar (TBS) sawit. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi petani untuk meningkatkan mutu panen sekaligus pendapatan.
Alat hasil riset yang dipimpin oleh Dr. M. Makky dan tim dari Unand ini memungkinkan petani mengetahui tingkat kematangan buah sawit secara akurat. Dengan begitu, tandan yang dipanen sesuai standar pabrik kelapa sawit (PKS), sehingga petani terhindar dari potongan harga akibat kualitas panen di bawah standar.
Inovasi ini diperkenalkan dalam kegiatan Promosi Sawit Baik yang diselenggarakan Asosiasi Inventor Indonesia (AII) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) di Banjarbaru, Jumat (29/8/2025). Sebanyak 55 petani dan pelaku UMKM hadir untuk melihat langsung penerapan teknologi tersebut.
Ketua Umum AII, Prof. Didiek Hadjar Goenadi, menyebut riset Unand sebagai contoh inovasi aplikatif yang langsung menjawab kebutuhan petani di lapangan. “Teknologi seperti ini sangat dibutuhkan agar riset tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi benar-benar membantu petani,” ujarnya.
Selain Universitas Andalas, kegiatan ini juga menghadirkan inovasi lain seperti integrasi sawit-ayam untuk ketahanan pangan dari BRIN, serta model peremajaan sawit dengan sistem paludikultur dari Universitas Lambung Mangkurat. Semua inovasi ini ditujukan untuk memberi alternatif pendapatan dan menjaga produktivitas petani sawit.
Dengan adanya terobosan dari Unand, diharapkan petani sawit di berbagai daerah dapat mengoptimalkan hasil panen mereka, mengurangi kerugian, sekaligus memperkuat daya saing sawit rakyat di tingkat nasional maupun global.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait