Teknologi Radioterapi Presisi Bikin Pengobatan Kanker Lebih Aman

Elva
Dokter Spesialis Onkologi Radiasi, dr. Denny Handoyo Kirana, SpOnkRad (K) sedang menjelaskan cara kerja teknologi Integrated CT-LINAC. Foto Elva

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Seiring meningkatnya beban penyakit kanker di Indonesia, penguatan layanan kanker menjadi prioritas dalam transformasi sistem kesehatan nasional. Salah satunya dengan  memanfaatkan teknologi radioterapi presisi yang dinilai mampu meningkatkan akurasi pengobatan sekaligus keselamatan pasien.

Seperti yang dilakukan MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta berkolaborasi dengan United Imaging Healthcare, Tiongkok, untuk menghadirkan teknologi radioterapi mutakhir Integrated CT-LINAC.

“Kehadiran teknologi ini menandai langkah baru dalam penguatan layanan kanker nasional, sekaligus menjadikan rumah sakit ini  sebagai fasilitas pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem tersebut,” kata dr. Edy Gunawan, MARS, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta, Kamis (22/1/2026). 

Sementara itu, dr. Denny Handoyo Kirana, SpOnkRad (K), Dokter Spesialis Onkologi Radiasi MRCCC Siloam Semanggi, menambahkan, Integrated CT-LINAC menggabungkan pencitraan CT diagnostik dan penyinaran radioterapi presisi tinggi dalam satu perangkat dan satu ruang perawatan. 

“Sistem ini memungkinkan proses perencanaan dan pemberian terapi dilakukan dalam satu sesi tanpa memindahkan posisi pasien, dengan waktu persiapan hingga penyinaran sekitar 15–25 menit. Pendekatan ini dinilai mampu mempercepat layanan sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien,” terangnya. 

Menurutnya, teknologi tersebut juga mendukung penerapan CT-based Adaptive Radiotherapy (ART), yang memungkinkan rencana terapi disesuaikan pada setiap sesi berdasarkan perubahan anatomi pasien. Sehingga paparan radiasi pada jaringan sehat dapat diminimalkan dan  akurasi penyinaran terhadap jaringan kanker tetap terjaga.

“Bagi para pasien kanker khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara, teknologi ini memberikan terapi yang lebih aman, waktu tunggu yang lebih singkat, serta pengalaman perawatan yang lebih nyaman tanpa mengorbankan hasil klinis,” ungkapnya. 

Dia memaparkan, salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah akurasi penargetan yang sangat tinggi. Sistem radiasi mampu mengikuti pergerakan tumor secara real-time. 

“Teknologi terbaru ini menggabungkan berbagai proses dalam satu rangkaian terpadu, sehingga paparan radiasi menjadi lebih terkontrol dan efek samping pada pasien dapat ditekan secara signifikan,” ujar dr. Denny. 

Pada kesempatan yang sama, Dr. Jusong Xia, Ph.D, President of International Business United Imaging Healthcare Group menegaskan, kanker merupakan tantangan kesehatan global yang terus meningkat dan membutuhkan kolaborasi, inovasi, serta komitmen jangka panjang. Kemajuan teknologi radioterapi menghadirkan sistem pengobatan kanker yang jauh lebih aman. 

“Didukung teknologi artificial intelligent (AI), seluruh proses mulai dari diagnosis, perencanaan terapi, hingga pemberian radiasi dapat dilakukan lebih cepat, adaptif, dan personal,” ucapnya. 

Dia menerangkan, teknologi ini memungkinkan proses yang sebelumnya dilakukan secara terpisah dalam hari yang berbeda, kini dilakukan dalam satu tahapan terpadu. Waktu tunggu yang sebelumnya bisa mencapai dua minggu, kini dapat dipangkas menjadi lebih singkat. 

“Efek samping pada pasien dilaporkan menurun hingga sekitar 72% dibandingkan metode radioterapi sebelumnya. Inovasi ini menghadirkan standar keselamatan baru dalam pengobatan kanker,” pungkas Dr. Jusong. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network