FDA Setujui Pil GLP-1 Pertama untuk Terapi Obesitas, Efektivitas Setara Suntikan

Elva
Seorang dokter menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien yang mengalami obesitas saat sesi konsultasi kesehatan. Foto Ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui obat GLP-1 pertama dalam bentuk pil untuk terapi obesitas. Obat produksi Novo Nordisk ini diminum sehari sekali dan menjadi terobosan baru karena menawarkan efektivitas yang setara dengan terapi suntikan.

CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, menjelaskan, dari hasil uji klinis global OASIS 4, pasien yang menggunakan pil tersebut rata-rata mengalami penurunan berat badan hingga 16,6 persen dalam waktu sekitar satu tahun. 

“Bahkan, sekitar sepertiga peserta studi mengalami penurunan lebih dari 20 persen dari berat badan awal,” katanya, Kamis (29/1/2026).  

Selain menurunkan berat badan, lanjutnya, terapi ini juga terbukti menurunkan risiko kejadian kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke hingga sekitar 20 persen pada pasien tertentu yang memiliki penyakit jantung dan obesitas. 

“FDA menyetujui obat ini tidak hanya sebagai terapi pengelolaan berat badan jangka panjang, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menekan risiko penyakit kronis terkait obesitas,” imbuhnya. 

Menurut dia, pil tersebut bekerja dengan meniru hormon alami tubuh yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Sehingga membantu pasien mengurangi asupan makanan dan mempertahankan penurunan berat badan secara lebih stabil. 

“Berbeda dengan terapi suntikan, bentuk oral lebih praktis dan berpotensi meningkatkan kepatuhan pasien,” imbuhnya. 

Dia mengungkapkan, persetujuan ini menjadi perhatian global di tengah meningkatnya prevalensi obesitas, termasuk di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi obesitas pada orang dewasa mencapai 23,4 persen, dengan obesitas sentral dialami lebih dari sepertiga penduduk usia di atas 15 tahun. 

“Kondisi tersebut meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke, serta berdampak pada beban ekonomi dan produktivitas,” ujarnya. 

Sementara itu, General Manager Novo Nordisk Indonesia, Sreerekha Sreenivasan, menambahkan, saat ini  Indonesia menghadapi lonjakan angka obesitas yang mengkhawatirkan. Karena obesitas sering kali menjadi pintu masuk bagi penyakit berbahaya, seperti diabetes dan penyakit jantung. 

“Pesatnya inovasi ilmiah, termasuk pengembangan berbagai bentuk terapi GLP-1, membuktikan dunia medis kini jauh lebih siap untuk menangani obesitas sebagai penyakit kronis yang serius,” urainya. 

Dia menegaskan, untuk manajemen berat badan pil tersebut dijadwalkan mulai tersedia di Amerika Serikat pada awal Januari 2026. Meski belum dipasarkan di Indonesia, persetujuan FDA ini menandai arah baru pengobatan obesitas secara medis, dengan pendekatan yang semakin beragam dan berbasis bukti ilmiah. 

"Kami saat ini sangat fokus pada edukasi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan perluasan akses terhadap terapi yang sudah tersedia. Saat ini, terapi GLP‑1 dalam bentuk suntikan seminggu sekali sudah tersedia di Indonesia sebagai salah satu solusi medis bagi pasien," tutupnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network