JAKARTA, iNewsTangsel.id - Grup band D'Masiv merayakan 23 tahun perjalanan kariernya dengan memperpanjang kerja sama hak penamaan (naming rights) Halte Petukangan bersama PT Transportasi Jakarta. Melalui kerja sama tersebut, halte yang berada di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan itu tetap menggunakan nama Halte Petukangan D’Masiv.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh manajer D’Masiv Rachmat Susilo dan Direktur Bisnis serta Pemanfaatan Aset Transjakarta Fadly Hasan di Halte Bundaran HI, Jakarta. Kolaborasi ini menjadikan D’Masiv sebagai salah satu band lokal yang namanya digunakan sebagai identitas halte transportasi publik di Jakarta.
Vokalis D’Masiv Rian Ekky Pradipta mengatakan perpanjangan kerja sama tersebut memiliki makna emosional bagi perjalanan band yang berasal dari kawasan Ciledug itu. “Petukangan adalah bagian dari sejarah kami. Perpanjangan kerja sama ini bukan sekadar soal nama halte, tetapi tentang perjalanan kami yang tumbuh dari Jakarta dan ingin terus berjalan bersama warga kota,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Rian menuturkan, perjalanan D’Masiv selama lebih dari dua dekade di industri musik diwarnai berbagai langkah berani, termasuk merilis piringan hitam pada 2014 serta menggelar tur di Amerika Serikat pada 2022. Pengalaman tersebut, kata dia, membuka peluang bagi bandnya untuk menjalin kerja sama dengan produser musik internasional yang pernah menangani musisi dunia seperti Adele dan Pet Shop Boys.
“Kami sedang menyiapkan single baru yang ditargetkan bisa diterima di pasar global. Kami juga tengah menyiapkan lagu khusus untuk Transjakarta,” kata Rian.
Sementara itu, Fadly Hasan menilai kolaborasi dengan D’Masiv tidak hanya berkaitan dengan branding, tetapi juga mencerminkan hubungan antara transportasi publik dan kehidupan masyarakat perkotaan. “Kolaborasi ini menjadi simbol bahwa Jakarta adalah kota yang dinamis, di mana mobilitas, kreativitas, dan identitas lokal bisa berjalan beriringan,” ujarnya.
Menurut Fadly, kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengguna transportasi publik, sekaligus memperkuat kedekatan layanan Transjakarta dengan masyarakat.
Bagi D’Masiv, perayaan 23 tahun perjalanan mereka juga menjadi penanda kemampuan bertahan di tengah perubahan industri musik, mulai dari era kaset, CD, unduhan digital, hingga platform streaming saat ini. Halte Petukangan D’Masiv yang dilalui ribuan penumpang setiap hari pun menjadi simbol perjalanan panjang band tersebut di ruang publik kota.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
