BANTEN, iNewsTangsel.id - Pengolahan lahan pertanian di wilayah Banten didorong menjadi lebih efisien melalui dukungan alat mesin pertanian bagi kelompok tani. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses persiapan lahan sekaligus mendukung peningkatan produksi pertanian.
Sebanyak tujuh kelompok tani di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang menerima tujuh unit hand tractor. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu petani mengurangi ketergantungan pada proses pengolahan lahan secara manual yang membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.
Penggunaan hand tractor diharapkan membuat pengolahan lahan lebih efisien, terutama pada tahap persiapan sebelum penanaman. Mekanisasi pertanian juga dinilai dapat membantu petani mengoptimalkan waktu kerja dan mempercepat tahapan produksi.
Dengan pengolahan lahan yang lebih cepat, petani berpeluang menghemat waktu sekaligus menekan biaya operasional. Efisiensi tersebut menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian.
Pada akhirnya, peningkatan produktivitas diharapkan turut mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Dukungan terhadap mekanisasi pertanian juga dipandang penting untuk memperkuat kapasitas kelompok tani dan ketahanan pangan di tingkat daerah.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Maryono mengatakan, pemberian bantuan tersebut diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara nilai ekonomi dan manfaat sosial bagi masyarakat.
“Dengan mekanisasi, pengolahan lahan menjadi lebih efisien, biaya operasional dapat ditekan, dan produktivitas hasil panen diharapkan meningkat,” ujar Maryono, Rabu (9/9/2026).
Menurut Maryono, peningkatan kesejahteraan petani tidak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga bagaimana proses produksi dapat dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, Deputy Business PT Pegadaian Area Tangerang Agus Setiawan mengatakan penguatan sektor pertanian membutuhkan kerja sama antara perusahaan, pemerintah daerah dan kelompok tani.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci. Bantuan ini merupakan langkah awal, bukan hanya untuk mengejar hasil panen, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi,” kata Agus.
Agus menambahkan, pengembangan pertanian juga perlu memperhatikan efisiensi energi dan pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan. Karena itu, bantuan alat pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sistem pertanian yang lebih terintegrasi.
Dari pemerintah daerah, Perwakilan Pemerintah Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Dedi Suheli menyebut hand tractor merupakan alat yang dibutuhkan petani untuk mempercepat proses persiapan lahan.
“Hand tractor sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengolahan lahan. Kolaborasi seperti ini membantu pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Dedi.
Bantuan tujuh unit hand tractor tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui The Gade Integrated Farming. Pelaksanaan program juga diarahkan tidak berhenti pada penyaluran alat, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan pemantauan kegiatan pertanian.
Dengan mekanisasi yang semakin optimal, kelompok tani di Pandeglang dan Serang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, memperkuat produktivitas dan menciptakan kegiatan pertanian yang lebih berkelanjutan.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
