Indeks Kebahagiaan Keluarga Tangerang Masih Rendah

Elva
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat membuka Sosialisasi Hasil Evaluasi iBangga Kabupaten Tangerang. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Pembangunan keluarga di Kabupaten Tangerang masih menghadapi pekerjaan rumah pada aspek kebahagiaan. Hasil evaluasi Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) 2025 menunjukkan, dimensi kebahagiaan hanya mencapai 49,8 persen, menjadi capaian terendah dibandingkan dua dimensi lainnya.

‎"Secara keseluruhan, iBangga Kabupaten Tangerang berada di angka 62,2 persen dan masuk kategori berkembang. Sementara dimensi ketenteraman tercatat 74,6 persen dan kemandirian 62,2 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang," kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat membuka Sosialisasi Hasil Evaluasi iBangga Kabupaten Tangerang, Kamis (10/9/2026).

‎Ia meminta hasil evaluasi iBangga tidak sekadar menjadi angka dalam laporan kinerja, tetapi digunakan untuk memperbaiki kebijakan dan program pembangunan keluarga.

‎"iBangga jangan hanya kita lihat sebagai angka atau indikator kinerja. Di balik setiap angka itu ada keluarga, ada orang tua, ada anak-anak dan ada masyarakat yang menjadi bagian penting dari masa depan Kabupaten Tangerang," ujar Intan.

‎Menurut Intan, capaian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama untuk melihat aspek pembangunan keluarga yang sudah berkembang maupun yang masih membutuhkan penguatan. Apalagi, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, dan pelayanan publik.

‎"Kualitas kehidupan keluarga juga menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas masyarakat. Untuk itu, kita ingin pembangunan keluarga tidak berhenti pada program dan kegiatan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap keluarga," katanya.

‎Sementata itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis mengungkapkan, hasil pengukuran iBangga perlu dikaji lebih mendalam agar dapat menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.

‎"Data tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi dimensi pembangunan keluarga yang sudah menunjukkan perkembangan dan aspek yang masih membutuhkan perhatian. Jadi, tidak hanya menjadi data atau angka capaian, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan pengambilan kebijakan," ujarnya.

‎Muchlis menerangkan, penguatan pembangunan keluarga membutuhkan koordinasi lintas sektor. Persoalan keluarga tidak hanya berkaitan dengan satu bidang, sehingga program pemerintah perlu disinergikan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

‎"Dengan capaian dimensi kebahagiaan yang masih di bawah 50 persen, evaluasi iBangga menjadi salah satu pijakan bagi kami untuk melihat kembali pembangunan keluarga dari sisi kualitas kehidupan masyarakat, bukan semata-mata pencapaian program," ucapnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid menambahkan, hasil evaluasi iBangga juga penting dipahami para kader yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

‎"Kami berharap hasil evaluasi tersebut dapat diteruskan hingga tingkat kecamatan dan keluarga sehingga menjadi bahan untuk memperkuat pendampingan masyarakat " imbuhnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network