JAKARTA, iNewsTangsel.id - Akses investor Indonesia terhadap aset global berbasis teknologi blockchain semakin diperluas melalui pengembangan tokenized real-world assets (RWA). Instrumen ini memungkinkan aset seperti saham, ETF, indeks dan komoditas direpresentasikan dalam bentuk token.
Perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pasar RWA global. Nilai aset RWA on-chain di luar stablecoin dilaporkan meningkat sekitar empat kali lipat dalam setahun terakhir hingga berada di kisaran US$25 miliar-US$35 miliar.
Di Indonesia, PT Pintu Kemana Saja memperkuat kolaborasi dengan Ondo Finance untuk menambah pilihan aset tertokenisasi. Jumlah token Ondo yang tersedia sebelumnya empat aset sejak Desember 2025 dan kini telah berkembang menjadi hampir 50 token.
Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan tokenisasi membuka peluang bagi investor Indonesia untuk memperoleh eksposur terhadap aset global dengan kepemilikan secara fraksional.
“RWA membuka jalan bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur terhadap aset-aset kelas dunia, mulai dari saham global, indeks, hingga komoditas yang bisa didapat secara fractional dan terjangkau,” ujar Andy., Jumat (18/9/2026).
Sementara itu, Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja menyebut Indonesia memiliki potensi sebagai salah satu pasar penting bagi perkembangan RWA di Asia Pasifik.
“Potensi tokenized real-world assets secara global sangat besar, dan Indonesia semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pasar yang paling menarik di kawasan Asia Pasifik,” kata Rania.
Pengembangan tersebut ditargetkan membawa jumlah aset tertokenisasi Ondo menjadi ratusan aset sepanjang 2026. Instrumen yang tersedia mencakup saham global seperti Apple dan NVIDIA, ETF dan indeks S&P 500 serta NASDAQ, hingga emas dan perak.
Di tengah ekspansi tersebut, investor tetap perlu memperhatikan risiko karena aset kripto dan aset tertokenisasi memiliki volatilitas yang signifikan
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
