Lebih dari 1.600 Peserta dari 42 Negara Ramaikan Pameran Industri di Jakarta

Thomas Manggala
Pertumbuhan industri kemasan pada akhirnya akan bergantung pada kemampuan pelaku usaha merespons perubahan permintaan. Foto ilustrasi

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Industri kemasan nasional diproyeksikan tumbuh 5–6 persen sepanjang 2026, seiring meningkatnya kebutuhan pengemasan dari sektor perdagangan elektronik atau e-commerce dan program penyediaan pangan nasional. Kondisi ini mendorong pelaku industri memperkuat kapasitas produksi, efisiensi, dan inovasi teknologi.

Indonesian Packaging Federation (IPF) menilai perkembangan pasar tersebut membuka peluang bagi industri pengemasan untuk meningkatkan daya saing. Namun, inovasi material, digitalisasi, efisiensi sumber daya, dan keberlanjutan tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi pelaku usaha.

Business Development Director IPF Ariana Susanti mengatakan, kolaborasi antar-pemangku kepentingan diperlukan untuk menjawab perubahan kebutuhan pasar sekaligus mendorong industri yang lebih kompetitif.

“Kolaborasi antar pemangku kepentingan, inovasi material, efisiensi sumber daya, digitalisasi, dan teknologi baru menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan,” ujar Ariana, Minggu (18/10/2026).

Di tengah prospek tersebut, pameran industri pengemasan dan pengolahan ALLPack Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta. Ajang ini memasuki penyelenggaraan ke-25 dengan melibatkan lebih dari 1.600 peserta dari 42 negara, termasuk 10 pelaku industri kecil dan menengah (IKM).

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network