JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perawatan kulit semakin menjadi bagian dari rutinitas masyarakat Indonesia. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari meningkatnya pembahasan mengenai skincare di media sosial, tetapi juga dari cara konsumen mencari informasi sebelum menggunakan produk.
Platform digital seperti TikTok turut mengubah pola masyarakat dalam mengenal skincare. Informasi mengenai serum, pelembap, tabir surya, hingga kandungan kosmetik kini mudah ditemukan melalui video edukasi, ulasan pengguna, dan pengalaman pribadi.
Perubahan perilaku tersebut ikut mendorong persaingan industri skincare lokal. Pelaku usaha tidak hanya dituntut menghadirkan produk, tetapi juga membangun komunikasi dengan konsumen melalui kanal digital.
Salah satu brand yang berkembang di tengah tren tersebut adalah Fallin Beauty. Brand yang didirikan Dafiq Imam Maulidi ini memanfaatkan media sosial sebagai salah satu sarana memperkenalkan brand serta membangun komunikasi dengan audiens.
Namun, derasnya informasi di media sosial juga membuat konsumen perlu lebih selektif. "Produk yang populer atau viral belum tentu sesuai dengan kondisi setiap orang. Jenis kulit, kandungan, cara penggunaan, serta informasi mengenai keamanan dan legalitas produk menjadi hal yang perlu diperhatikan, ujar Dafiq Imam, Selasa (22/9/2026).
Fenomena tersebut menunjukkan perubahan pola bisnis skincare. Pemilik brand kini dapat tampil langsung di media sosial, sehingga identitas pelaku usaha turut menjadi bagian dari komunikasi dengan konsumen.
Di tengah perkembangan itu, transparansi menjadi perhatian penting. Konsumen membutuhkan informasi yang jelas mengenai kandungan, cara penggunaan, produsen, serta status legalitas produk sebelum melakukan pembelian.
Karena itu, konsumen disarankan memeriksa informasi produk melalui kanal resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), termasuk nomor notifikasi yang tercantum pada kemasan.
Perkembangan industri skincare pada akhirnya tidak hanya menunjukkan perubahan tren kecantikan. Fenomena ini juga memperlihatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat, transparansi produk, dan edukasi mengenai penggunaan kosmetik.
Bagi pelaku industri, pertumbuhan pasar skincare membuka peluang sekaligus menghadirkan tuntutan untuk menjaga kepercayaan konsumen. Sementara bagi masyarakat, semakin banyaknya pilihan produk membuat kemampuan memilah informasi menjadi bagian penting sebelum menentukan pilihan.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
