Tren Perawatan Regeneratif Meningkat, Ahli Dermatologi Dorong Terapi Berbasis Sains

Aries
Peluncuran teknologi terapi cahaya fotobiomodulasi di Indonesia diiringi pembentukan dewan penasihat medis guna menjamin efikasi klinis pada jenis kulit tropis. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Perkembangan teknologi kedokteran regeneratif di Indonesia memasuki babak baru melalui penerapan terapi fotobiomodulasi berbasis energi cahaya untuk kesehatan kulit tingkat seluler. Inovasi medis yang diadaptasi dari riset biostimulasi antariksa ini diperkenalkan secara resmi dalam ajang Aruna International Summit 2026 di Jakarta.

Guna memastikan efikasi dan keamanan penggunaan perangkat pada karakteristik kulit masyarakat di iklim tropis, dibentuk jajaran dewan penasihat klinis khusus yang diisi oleh para ahli dermatologi. Langkah ini diambil untuk menjembatani antara pembuktian ilmiah internasional dengan kondisi klinis harian pasien di dalam negeri.

Anggota dewan penasihat medis, dr. Feilicia Henrica, Sp.D.V.E., menegaskan pentingnya pemahaman mendalam mengenai reaksi biologis sel terhadap paparan energi cahaya. "Inilah titik di mana sains, teknologi, dan praktik klinis bertemu untuk membawa fotobiomodulasi dari sekadar tren menjadi terapi yang didukung bukti ilmiah," ujar Feilicia, dalam keterangannya, Kamis Jumat (10/9/2026).

Sementara itu, Kepala Departemen Dermatologi RSPNN, dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E., menyoroti pergeseran paradigma perawatan kesehatan kulit yang kini berfokus pada pencegahan penuaan dini di tingkat sel. "Kulit yang sehat selalu dimulai dari unit terkecilnya, dan kita membutuhkan pendekatan berbasis bukti ilmiah yang aman serta relevan bagi masyarakat Indonesia," kata Ruri.

Penerapan metode fotobiomodulasi dinilai mampu mengoptimalkan energi seluler tanpa menimbulkan kerusakan jaringan di permukaan kulit. Pendekatan medis modern ini mendorong pemaknaan baru terhadap kesehatan kulit yang berorientasi pada fungsi organ secara jangka panjang.

Dari sisi keamanan, teknologi perangkat terapi berbasis cahaya ini telah mengantongi izin edar medis internasional serta didukung oleh data uji klinis selama belasan tahun. Penyelenggara memastikan distribusi alat kesehatan ini ditujukan untuk mendukung intervensi medis yang terukur dan bertanggung jawab.

Direktur Medis Senopati Skin Center, dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E., menambahkan bahwa dewan penasihat bertugas menyusun panduan edukasi teknis bagi para praktisi kesehatan. "Kami memastikan setiap dokter memahami indikasi klinis serta cara mengoptimalkan penggunaan alat ini demi keselamatan pasien," tutur Akbar merinci peran dewan.

Integrasi antara teknologi teruji dan pengawasan praktisi spesialis diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan estetika medis di Indonesia. Langkah kolaboratif ini menjadi bukti komitmen industri kesehatan dalam menghadirkan solusi perawatan kulit yang aman, rasional, dan berbasis sains.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network