BANTEN, iNewsTangsel.id - Penemuan dan identifikasi jasad salah satu awak kapal Arupadhatu I di Pulau Enggano, Bengkulu, membuka petunjuk baru dalam pencarian lima jurnalis dan dua awak kapal lain yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Hasil pemeriksaan DNA oleh Tim DVI Pusdokkes Polri memastikan jasad tersebut merupakan Surakman (60), salah satu dari tiga awak kapal Arupadhatu I yang membawa lima jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepastian identitas itu disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki pada 23 September 2026.
Surakman sebelumnya ditemukan di wilayah pesisir Pulau Enggano pada 12 September 2026. Sementara itu, operasi pencarian gabungan terhadap rombongan Arupadhatu I telah dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari pada 17 September 2026.
Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo menilai identifikasi tersebut menjadi petunjuk penting untuk menelusuri keberadaan korban lainnya. PFI kemudian mendesak Basarnas dan unsur SAR gabungan untuk kembali melakukan pencarian dengan memperhatikan lokasi penemuan jasad serta kemungkinan jalur hanyut menuju wilayah Bengkulu dan Selat Sunda.
“Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan,” ujar Dwi, Kamis (24/9/2026).
Di sisi lain, Basarnas Banten menyatakan masih melakukan koordinasi lintas wilayah dengan Basarnas Bengkulu dan Lampung. Penyisiran di sekitar perairan Bengkulu juga terus dipantau, termasuk melalui informasi dari nelayan setempat.
Lima jurnalis yang masih dinyatakan hilang yakni Yudistiro Pranoto, Donal Husni, Arie Basuki, Firdaus Wajidi, dan Muhammad Bagus Khoirunas. PFI menyatakan akan terus mendampingi keluarga serta mengawal proses pencarian korban yang masih belum ditemukan.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
