Kirab Budaya Tujuh Tahunan Dongkrak Okupansi Hotel di Kota Tangerang hingga 50 Persen

Doni Marhendro
Arak- arakan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi menyambut Sijet Tjie Thien Ta Sen Bio Vihara Dhama Budhi Bhakti Kota Tangerang. Foto: Dok. Pemkot Tangerang.

KOTA TANGERANG, iNewsTangsel – Tradisi budaya masyarakat Tionghoa melalui Kirab Budaya dan Ruwat Bumi Sijet Tjien Thien Ta Sen Bio Vihara Dhamma Budhi Bhakti ke-43 tak hanya menarik perhatian ribuan warga. 

Perhelatan yang digelar setiap tujuh tahun sekali itu juga memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Tangerang.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang mencatat adanya peningkatan okupansi hotel hingga 50 persen selama pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan peningkatan terutama terjadi pada hotel-hotel yang bekerja sama dengan pihak Vihara Dhamma Budhi Bhakti.

“Acara kirab kemarin berjalan sangat meriah. Ada banyak wisatawan dari berbagai daerah luar kota yang sengaja datang untuk menyaksikan tradisi tujuh tahunan ini,” kata Boyke, melalui keterangan resminya seperti dikutip iNewsTangsel, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, lima hotel mitra mengalami kenaikan tingkat keterisian kamar hingga 50 persen dibandingkan kondisi pada hari biasa.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa agenda budaya yang melibatkan peserta dari berbagai daerah berpotensi menciptakan pergerakan wisatawan sekaligus memberikan efek ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan.

Antusiasme masyarakat terlihat saat ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan kirab yang menampilkan puluhan joli atau tandu suci yang membawa patung dewa-dewi.

Sebanyak 90 joli dari berbagai vihara dan klenteng ikut diarak mengelilingi wilayah Kota Tangerang.

Sejumlah vihara dan klenteng dari berbagai daerah turut berpartisipasi, mulai dari Jakarta, Karawang, Bogor, Sukabumi, Semarang hingga Palembang.

“Tidak hanya mengarak joli dari Kota Tangerang, tetapi juga puluhan joli suci lainnya dari vihara dan klenteng daerah lain. Mereka semuanya berpartisipasi,” ujar Boyke.

Disbudpar menilai keberadaan tradisi budaya berskala besar seperti Kirab Budaya dan Ruwat Bumi dapat menjadi salah satu bagian dari pengembangan wisata budaya di Kota Tangerang.

Selain menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat peranakan Tionghoa, kegiatan tersebut juga berpotensi menggerakkan sektor pendukung pariwisata, seperti perhotelan, kuliner, transportasi dan usaha masyarakat.

Pemerintah daerah pun berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi agenda kebudayaan, tetapi juga mampu memperkuat daya tarik wisata Kota Tangerang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat

Editor : Doni Marhendro

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network