TANGERANG, iNewsTangsel.id -Pencemaran Sungai Cimanceuri di sekitar Kawasan Industri Milenium, Kabupaten Tangerang, memasuki tahap penelusuran sumber pencemar. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mengambil sampel air di tiga lokasi untuk memastikan penyebab perubahan warna dan bau pada aliran sungai.
Kepala Seksi Bina Hukum DLHK Kabupaten Tangerang Sandi Nugraha mengatakan, pengambilan sampel dilakukan setelah aliran Sungai Cimanceuri di perbatasan Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, dengan Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, diduga tercemar limbah dari aktivitas industri.
"Sampel tersebut akan diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan dilakukan sekitar 14 hari, diharapkan dapat membantu mengidentifikasi sumber pencemaran secara lebih spesifik," ujar Sandi, Rabu (7/10/2026).
Ia menjelaskan, penelusuran dilakukan tidak sederhana yang dibayangkan. Karena terdapat sekitar 190 perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut.
"Hasil verifikasi awal menunjukkan indikasi pencemaran berasal dari kawasan industri. Namun, kami belum dapat memastikan perusahaan mana yang menjadi sumber pencemar," imbuhnya
Sandi mengaku, jika dilihat dari waktu verifikasi awal memang sumbernya ada dari kawasan. Namun, pihaknya belum tahu tenant-tenant yang mana saja. Karena itu, hasil uji laboratorium menjadi salah satu dasar penting untuk mempersempit penelusuran terhadap perusahaan yang diduga berkaitan dengan pencemaran Sungai Cimanceuri.
"Kami belum bisa menyebut perusahaan tertentu sebagai sumber pencemaran sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh," tegasnya.
Menurut dia, sebelumnya kondisi Sungai Cimanceuri dikeluhkan warga karena air mengalami perubahan warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap. Perubahan kondisi sungai terlihat ketika debit air menyusut akibat kemarau ekstrem.
"Kondisi tersebut membuat pencemaran pada aliran sungai semakin terlihat. Karena airnya menyusut dan berubah warna menjadi hitam pekat. Bahkan, mengeluarkan aroma bau yang sangat tidak sedap," terangnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menambah kekhawatiran warga terhadap kualitas lingkungan di sekitar Sungai Cimanceuri, terutama karena aliran sungai berada berdekatan dengan kawasan industri.
"Kini, kami masih menunggu hasil uji laboratorium sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya. Hasil tersebut akan menjadi bagian dari upaya memastikan sumber pencemaran sekaligus menentukan tindakan terhadap pihak yang terbukti menyebabkan pencemaran lingkungan," tutup Sandi.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
