BOGOR, iNewsTangsel.id - Pendidikan karakter dan kepemimpinan dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Selain pengetahuan akademik dan keterampilan, kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi menjadi bekal yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan di tengah ketidakpastian.
Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari kegiatan bertema Kecerdasan Militer untuk Kepemimpinan Bisnis yang diikuti sekitar 200 pengusaha anggota SyaREA World bersama anak-anak lelakinya di Masjid Baret Biru Al-Mujahidin, Markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Bogor.
Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan mengatakan, kegiatan ini mempertemukan pengalaman kepemimpinan militer dan dunia usaha. Namun, salah satu pesan yang mengemuka ialah pentingnya menanamkan karakter kepada generasi muda sebagai bagian dari persiapan menghadapi tanggung jawab pada masa mendatang.
"Seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan membaca situasi, mengolah informasi, dan menyesuaikan langkah ketika menghadapi perubahan," katanya, dalam keterangan, Sabtu (10/10/2026).
Menurut dia, kemampuan tersebut tidak hanya dibutuhkan dalam lingkungan militer, tapi juga relevan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia usaha.
“Dalam dunia usaha maupun militer, situasi tidak selalu sesuai rencana, sehingga pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengambil langkah yang tepat untuk mencapai tujuan,” ujar Iwan.
Ia mengungkapkan, kemampuan berpikir perlu disertai keberanian mengambil keputusan dan menjalankannya. Ketika situasi berubah, seorang pemimpin harus mampu menyesuaikan strategi tanpa kehilangan arah dan tujuan.
“Cara boleh disesuaikan, tapi tujuan harus tetap dijaga,” tegasnya.
Ia menerangkan, kehadiran anak-anak para pengusaha dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai kepemimpinan kepada generasi penerus keluarga.
"Keberhasilan membangun usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan finansial dan keterampilan teknis. Karakter juga berperan dalam membentuk pemimpin yang mampu menjalankan tanggung jawabnya.
Nilai seperti ketegasan, kedisiplinan, integritas dan kerja sama dapat menjadi bekal bagi generasi penerus,” tuturnya.
Ia menegaskan, pendidikan karakter tersebut dinilai semakin relevan ketika generasi muda dipersiapkan untuk meneruskan usaha keluarga.
"Proses regenerasi tidak cukup hanya dengan mewariskan kepemilikan atau pengetahuan bisnis, tetapi juga perlu membangun kesiapan mental dan tanggung jawab," ucap Mayjen Iwan.
Sementara itu, Founder SyaREA World Syamsul Safin menambahkan, kecerdasan tidak semata-mata ditentukan oleh pendidikan formal. Kemampuan mengamati kenyataan, menghubungkan informasi dengan pengetahuan, dan menerapkannya dalam tindakan juga menjadi bagian penting dari kecerdasan.
"Dalam konteks pendidikan generasi muda, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal untuk menghadapi persoalan secara kritis dan tidak hanya mengandalkan asumsi atau pengalaman masa lalu," ungkapnya.
Syamsul menekankan pentingnya proses berpikir yang berujung pada tindakan nyata. Pengetahuan dan kemampuan menganalisis situasi perlu diterapkan untuk mencari solusi ketika menghadapi masalah.
“Pengusaha perlu berpikir cemerlang untuk bangkit, tetapi pikiran itu harus diwujudkan dalam usaha nyata,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, prinsip tersebut juga relevan dalam pembentukan karakter generasi muda. Kemampuan memahami persoalan, mempertimbangkan risiko, dan menentukan langkah dapat dikembangkan melalui proses belajar serta pengalaman langsung.
Pada kesempatan yang sama, Owner sekaligus CEO PT Generasi Emas Abadi (GEA) Amiril Mukminin mengungkapkan, keberlanjutan bisnis keluarga menjadi salah satu tantangan yang perlu dipersiapkan sejak dini. Untuk itu, generasi penerus perlu memahami kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian keuntungan, tetapi juga kemampuan menjaga keberlangsungan usaha dan menjalankan tanggung jawab.
“Tantangan terbesar dalam dunia bisnis saat ini bukan sekadar mencari profit atau memperluas pasar, tetapi bagaimana melakukan suksesi yang berkelanjutan,” kata Amiril.
Ia menilai, pengenalan kedisiplinan, ketegasan, dan tanggung jawab kepada generasi muda merupakan bagian dari persiapan menghadapi peran kepemimpinan pada masa depan.
"Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar di lingkungan militer. Peserta berkesempatan mengenal konteks pembentukan karakter dan kepemimpinan yang berkaitan dengan kedisiplinan, kerja sama, serta tanggung jawab," tutupnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
