JAKARTA , iNewsTangsel.id - Kementerian Kebudayaan mendorong lagu nasional dan lagu perjuangan kembali dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda, di tengah semakin beragamnya pilihan musik yang didengarkan saat ini.
Langkah tersebut diawali dengan aransemen ulang lagu “Hari Merdeka” karya Husein Mutahar yang diciptakan pada 1946. Lagu perjuangan tersebut digarap dengan pendekatan musik baru tanpa menghilangkan nilai sejarah dan semangat perjuangan yang terkandung di dalamnya.
Aransemen dilakukan oleh Erwin Gutawa dengan melibatkan penyanyi lintas generasi, mulai dari Ahmad Albar, Ardhito Pramono, Harvey Malaihollo, Judika, Novia Bachmid, Rita Butar Butar, Ruth Sahanaya, Shabrina Leanor, Titiek Hamzah hingga Vina Panduwinata.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, aransemen ulang diperlukan agar lagu-lagu kebangsaan semakin relevan, disukai, dan digunakan masyarakat. Menurutnya, lagu perjuangan membutuhkan afirmasi agar tetap memiliki tempat di tengah perubahan selera musik.
“Generasi yang lebih muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z, perlu diperkenalkan kembali kepada lagu-lagu nasional dan perjuangan,” ujar Fadli, Sabtu (22/8/2026).
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
