Ia pun mengimbau publik untuk menjadikan parameter kualitas udara aktual seperti PM2.5 dan Indeks Kualitas Udara (AQI) sebagai acuan utama dalam menilai risiko kesehatan.
"Yang paling menentukan risiko kesehatan adalah data kualitas udara (PM2.5/AQI) saat itu, bukan hanya citra satelit sebaran asap," pungkasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
Jakarta One Running Series 2026, Cara Baru Menikmati Ibu Kota Lewat Lari 5K Menuju 500 Tahun Jakarta
BERITA POPULER
+
News Update
