JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini kanker terus menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama Perempuan Laju Perkasa (PALAPA) akan menggelar konser amal bertajuk Simfoni Selalu ADA Harapan pada 14 November 2026 di The Ballroom, Djakarta Theatre, Jakarta.
Kegiatan ini menggabungkan pertunjukan musik dan penggalangan dukungan sosial untuk memperluas perhatian masyarakat terhadap penanggulangan kanker, termasuk dukungan bagi pasien dan penyintas yang menjalani proses pengobatan.
Ketua Umum YKI, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, mengatakan penanganan kanker tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan. Pencegahan, pemeriksaan dini, serta dukungan bagi pasien dan keluarga juga menjadi bagian penting dalam menghadapi penyakit tersebut.
“Kanker bukan hanya persoalan pasien dan keluarganya. Ini adalah persoalan kita bersama,” ujar Aru, Rabu (21/10/2026).
Konser tersebut akan menghadirkan sejumlah musisi, di antaranya ADA Band, Krisdayanti, Vina Panduwinata, Shelomita, Ronni Waluya, Sarah Hadju, serta Yongky Vincent & Friends.
Ketua panitia Sonar Panigoro mengatakan musik dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat luas. Sementara itu, Ketua Umum PALAPA sekaligus Ketua Bidang Organisasi YKI, Hetty Andika Perkasa, dijadwalkan turut berpartisipasi dengan membacakan puisi.
Perwakilan ADA Band, Indra Sinaga atau Naga dan Suriandika Satjadibrata atau Dika, juga menyatakan keterlibatan mereka sebagai bentuk kontribusi melalui musik.
Tema Simfoni Selalu ADA Harapan menitikberatkan tiga hal, yakni peningkatan kesadaran (awareness), deteksi dini, dan aksi nyata. Ketiganya menjadi pesan utama untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pencegahan kanker dan memberikan dukungan kepada mereka yang terdampak.
Informasi mengenai tiket, donasi, dan mekanisme partisipasi akan diumumkan melalui kanal resmi YKI. Penyelenggara menyatakan pengelolaan dana kegiatan akan disesuaikan dengan peruntukan dan mekanisme pertanggungjawaban yang berlaku.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
