Vaksin Kanker Berbasis RNA Mulai Dikembangkan di Indonesia
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perkembangan teknologi sel punca atau stem cell terus membuka peluang baru dalam layanan kesehatan di Indonesia. Teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung terapi regeneratif yang memanfaatkan kemampuan sel punca dalam memperbarui diri dan berkembang menjadi sel dengan fungsi tertentu.
Pengembangan terapi berbasis sel membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari layanan kesehatan, institusi sains, teknologi hingga laboratorium pengolahan sel. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat riset sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi sel punca dalam pelayanan klinis.
Selain terapi regeneratif, pengembangan teknologi berbasis sel juga diarahkan pada berbagai layanan medis, termasuk onkologi, transplantasi serta penelitian vaksin kanker. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas pilihan terapi sekaligus mendorong pengembangan layanan kesehatan berbasis inovasi di Indonesia.
Pengembangan layanan medis berteknologi tinggi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat sektor medical tourism. Kehadiran fasilitas kesehatan dengan layanan berbasis sel punca, transplantasi dan teknologi diagnostik dapat menjadi bagian dari upaya menarik pasien dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Founder dan Owner RS Toto Tentrem, dr. Purwati, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM, mengatakan kolaborasi antara sektor kesehatan, sains dan teknologi menjadi salah satu kunci agar pengembangan sel punca dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Editor : Hasiholan Siahaan