Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Remaja 17 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Cisadane Jatuh dari Jembatan Grendeng
Advertisement . Scroll to see content

Warga Kota Tangerang Diimbau Waspadai Penyakit Leptospirosis di Musim Penghujan

Jum'at, 21 Februari 2025 | 19:38 WIB
  • author Aris Danu
Warga Kota Tangerang Diimbau Waspadai Penyakit Leptospirosis di Musim Penghujan
Warga Kota Tangerang Diimbau Waspadai Penyakit Leptospirosis di Musim Penghujan

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit leptospirosis atau yang kita kenal dengan infeksi air kencing tikus.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menyatakan, ketika musim hujan seperti saat ini, risiko penyebaran leptospirosis pun meningkat lebih cepat. Sebab, air kencing tikus ini akan mengkontaminasi air banjir ke sejumlah media. Seperti tanah, makanan, maupun benda-benda lain di sekitar tempat tinggal.

“Adapun penularannya melalui kontak secara langsung atau tidak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi. Selama musim hujan ini, masyarakat diminta waspada terhadap penyakit leptospirosis. Karena berpotensi terjangkit penyakit tersebut terlebih pada wilayah rawan banjir,” ungkap dr. Dini, Jumat (21/2/25).

Ia menjelaskan, penularan penyakit leptospirosis rata-rata tujuh sampai sepuluh hari sebelum timbulnya gejala klinis. Adapun gejala yang timbul dari penyakit tersebut antara lain demam, nyeri kepala dan otot, batuk dengan atau tanpa darah hingga pendarahan.

“Terdapat beberapa kelompok yang berisiko tertular leptospirosis, yaitu korban banjir, petani, peternak, pekerja rumah pemotongan hewan dan pembersih selokan,” katanya.

Sejumlah pencegahan yang dapat dilakukan, kata dr. Dini pengendalian tikus dengan memperbaiki sanitasi dan penggunaan perangkap, vaksinasi pada hewan ternak, serta pemberian disinfeksi pada penampungan air.

"Pemakaian pakaian khusus seperti sepatu boot dan sarung tangan juga dapat menghindari kontak dari tanah yang terkontaminasi. Untuk pengobatannya, pada kondisi ringan tidak memerlukan penanganan khusus dan akan sembuh sendiri dalam tujuh hari. Kalau kondisi berat, silakan melakukan pemeriksaan ke puskesmas agar diberikan obat-obatan untuk meredakan gejala dan mengatasi infeksi bakteri," jelasnya.
 

Editor: Aris

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut