get app
inews
Aa Text
Read Next : Film "Mama" Hadirkan Nuansa Berbeda dalam Peluncuran Trailer dan Poster Resmi Bersama Anak Yatim

Tetap On-bid:  Anak Istri Butuh Makan, Bukan Demo, Respons Banyak Driver Tentang Ajakan Demo

Kamis, 27 Februari 2025 | 19:31 WIB
header img
Diver ojek online (ojol). Foto: Ilustrasi

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Di tengah ramainya pemberitaan mengenai aksi demonstrasi dan ajakan untuk mematikan aplikasi ojek online oleh Asosiasi Ojol Garda Indonesia pada Kamis (27/2), ternyata masih banyak driver yang memilih untuk tetap bekerja. Mereka menegaskan bahwa tanggung jawab utama mereka adalah menafkahi keluarga, bukan ikut serta dalam aksi yang dapat mengurangi pemasukan harian mereka.

Aksi demo ini dilakukan sebagai bentuk aspirasi dari sebagian pengemudi ojek online yang menginginkan perubahan terhadap beberapa kebijakan yang mereka anggap kurang menguntungkan. Sebagai bagian dari upaya menyampaikan aspirasi ini, para pengemudi yang terlibat dalam aksi menyerukan demo serta gerakan off-bid massal, di mana mereka secara kolektif menghentikan operasional aplikasi dalam waktu tertentu.

Tentunya seruan tersebut menimbulkan respons dari kalangan ojek online, salah satu yang menanggapi seruan tersebut adalah Andi Kristiyanto selaku Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional (KON).

Dia mengatakan dirinya sangat prihatin dengan seruan yang disampaikan oleh pihak tersebut kepada mitra pengemudi online dengan kondisi saat ini yang kurang tepat, sebentar lagi masuk bulan suci, persiapan untuk memenuhi kebutuhan di bulan Ramadhan pasti meningkat dan minimnya orderan juga pasti akan mempengaruhi pendapatan rekan-rekan.

”Ada kesan pihak yang menyerukan agar off-bid dalam aksi mereka itu, hanya klaim sepihak yang tidak di dukung oleh rekan rekan ojol dari berbagai komunitas.” ungkap Andi dalam keterangan tertulis diterima pada Kamis, 27/2/2025 di Jakarta.

Dalam pernyataannya, Andi menegaskan bahwa seruan off-bid ini tidak didukung oleh berbagai komunitas ojol dan diduga hanya klaim sepihak. Ia juga menyebutkan adanya indikasi eksploitasi kepentingan ojol demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Fakta di lapangan, termasuk hasil pengecekan oleh Forum Ojol Yogya Bersatu (FOYB), menunjukkan bahwa tidak ditemukan alamat posko aksi sebagaimana disebutkan dalam selebaran yang beredar.

“Dengan fakta tersebut, kawan-kawan ojol juga meragukan kredibilitas pihak tersebut, yang diduga memanfaatkan ojol untuk kepentingan pribadinya, tidak ada manfaatnya buat kawan-kawan ojol dan bahkan bisa merusak citra ojol yang bisa berakibat menurunnya kepercayaan masyarakat pengguna jasa terhadap ojol, dan tentunya seruan tersebut merugikan kawan-kawan ojol,” tukas Andi.

Andi juga menegaskan bahwa aksi ini dapat merugikan mitra pengemudi dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan ojol. Oleh karena itu, KON mengajak para pengemudi untuk tetap bekerja dan mengabaikan seruan yang tidak jelas, demi menjaga stabilitas ekonomi mereka.

“Ya, kami tegaskan kepada para pihak tertentu agar menghentikan segala bentuk aksi unjuk rasa atau aksi apapun yang hanya bertujuan untuk mengeksploitasi ojol dan mencari keuntungan pribadi atau kelompok tertentu dan kami sangat berharap kawan kawan ojol untuk lebih bijak dalam menerima segala bentuk informasi atau ajakan yang berujung menyulitkan diri sendiri di kemudian hari. bila tidak jelas abaikan saja seruan aksi unjuk rasa disertai off-bid, mari kita tetap fokus untuk memenuhi kebutuhan keluarga. apalagi sebentar lagi kebutuhan kita meningkat menyambut hari raya, salam satu aspal, terima kasih,” tandas Andi.

Sejumlah driver dari berbagai platform seperti Grab, Gojek, dan Maxim mengungkapkan alasan mereka tetap menjalankan order meskipun ada ajakan untuk berhenti beroperasi sementara.

Berikut beberapa pernyataan dari mereka:

1.    Suyanto (Driver Grab, Jakarta)
"Saya tau ada ajakan buat demo sama off-bid, tapi saya tidak ikut demo dan tetep on-bid karena ada biaya yg harus saya cari untuk keluarga."
2.    Budi (Driver Gojek, Surabaya)
"Udah biasa denger ajakan demo, tapi saya mikir realistis aja. Kalau saya stop kerja, siapa yang bayarin listrik, sewa kontrakan, sama uang sekolah anak?"
3.    Cahyono (Driver Maxim, Bandung)
"Rezeki nggak bakal datang kalau kita diem aja. Saya mending cari duit daripada buang waktu demo yang ujung-ujungnya belum tentu ada hasilnya."

Fenomena ini menunjukkan bahwa tidak semua pengemudi ojek online memilih untuk terlibat dalam aksi unjuk rasa. 

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut