Kanker Leher Rahim Catat Angka Kematian Tertinggi di Indonesia, Vaksinasi HPV Jadi Kunci

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan Indonesia dengan 36 ribu kasus baru dan 21 ribu kematian setiap tahun. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV).
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Anshari Saifuddin Hasibuan, Sp.PD, K-AI menegaskan pentingnya vaksinasi generasi terbaru. “Tipe HPV 52 dan 58 yang dominan di Indonesia tidak tercakup pada vaksin lama. Karena itu, masyarakat disarankan melakukan revaksinasi dengan vaksin HPV terbaru yang mampu melindungi hingga sembilan tipe virus,” jelasnya, Jumat (29/8/2025).
Hal serupa ditegaskan Ketua Satgas Imunisasi PP PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM. Ia mengatakan, vaksinasi HPV merupakan langkah pencegahan efektif. “Revaksinasi dengan vaksin generasi baru dapat dipertimbangkan bagi yang sudah divaksin sebelumnya. Sedangkan bagi yang belum, bisa memulai vaksinasi generasi baru untuk perlindungan yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP PAPDI, Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS, SH, menegaskan komitmen pihaknya mendukung eliminasi penyakit akibat HPV. “Kami aktif meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperbarui jadwal imunisasi dewasa, termasuk vaksinasi HPV terbaru,” katanya.
Dukungan juga datang dari George Stylianou, perwakilan MSD Indonesia. Menurutnya, edukasi publik sangat penting. “Kami berharap masyarakat lebih proaktif berkonsultasi dengan dokter agar terlindung dari penyakit terkait HPV,” ungkapnya.
Pakar menekankan, vaksinasi HPV bisa diberikan sejak usia 9 tahun, sementara untuk dewasa dapat dilakukan mulai 19 tahun. Dengan cakupan vaksin terbaru, perlindungan terhadap kanker serviks di Indonesia diharapkan semakin kuat.
Editor : Hasiholan Siahaan