get app
inews
Aa Text
Read Next : Korban Banjir Medan Terima Bantuan Tahap Awal, Fokus pada Kebutuhan Mendesak

Bencana Banjir Sumatera: 174 Tewas, Pengungsian Dipenuhi Ribuan Warga

Minggu, 30 November 2025 | 10:13 WIB
header img
Selain membantu evakuasi dan pencarian warga yang hilang, sejumlah dapur umum di sejumlah titik dibangun. Foto ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Rentetan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 24 November 2025 mendorong Dompet Dhuafa mengaktifkan respon darurat di berbagai titik terdampak. Melalui Disaster Management Center (DMC), tim Respon Kemanusiaan, serta cabang di tiga provinsi tersebut, upaya evakuasi, pendataan, dan distribusi perlengkapan pengungsian terus dilakukan sejak hari pertama kejadian.

Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, menjelaskan bahwa kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi pengungsian mendorong tim bekerja tanpa jeda. Banyak warga harus menyelamatkan diri hanya dengan pakaian yang dikenakan, sementara fasilitas tempat pengungsian masih terbatas dan minim sarana dasar.

“Tim telah berada di lapangan sejak awal kejadian. Selain membantu evakuasi dan pencarian warga yang hilang, kami mulai membangun dapur umum di sejumlah titik. Untuk mempercepat koordinasi dan pergerakan logistik, posko utama diaktifkan di Medan sebagai area aman terdekat ke Aceh dan Padang,” ujar Shofa, Minggu (30/11/2025).

Tim juga menyiagakan perlengkapan pendukung operasi seperti kendaraan taktis, perahu karet, helm, hingga tabung oksigen. Adapun pos penanganan bencana Dompet Dhuafa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dibuka di total delapan titik untuk mempermudah masyarakat mendapatkan bantuan dan informasi.

Hingga saat ini, data lapangan mencatat 174 korban meninggal dunia dan lebih dari 12.546 kepala keluarga mengungsi. Angka tersebut masih berpotensi bertambah mengingat sejumlah wilayah belum dapat dijangkau dan proses asesmen masih berlangsung.

Di lapangan, kondisi terparah terjadi akibat hujan intensitas tinggi yang memicu banjir bandang dan pergerakan tanah. Di Aceh, lebih dari 16 daerah tergenang. Wilayah Sumatera Utara juga terdampak di 11 kabupaten/kota, sementara 15 daerah di Sumatera Barat mengalami kerusakan parah, termasuk rumah hanyut, jembatan putus, dan akses jalan terisolasi.

 

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut