get app
inews
Aa Text
Read Next : Butuh 385 Ribu Talenta Digital Setiap Tahun, Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi AI

Tanah Runtuh, Kisah Sunyi Dua Anak di Dunia yang Rapuh

Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:07 WIB
header img
Tanah Runtuh mengisahkan perjalanan dua anak yang tumbuh dalam kondisi serba minim. Foto ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Di linimasa media sosial, rumah produksi Denny Siregar Production kembali menabur tanda. Kali ini bukan sekadar pengumuman proyek, melainkan pengenalan sebuah kisah yang terasa sunyi, pelan, dan menyentuh: Tanah Runtuh. Sebuah film drama yang meletakkan dua anak kecil sebagai poros cerita, seolah mengajak penonton menunduk, mendengar, dan merasakan dunia dari sudut yang rapuh.

Film kolaborasi Cak Islah, Denny Siregar, dan Rudy Soedjarwo ini tidak datang dengan gebyar heroisme. Ia hadir seperti bisikan. Ceritanya merambat pelan, menelusuri kehilangan, keterbatasan, dan sejumput optimisme yang tetap dijaga meski hidup tak ramah. Dalam semesta yang ringkih, justru hubungan antarmanusia menjadi tiang terakhir tempat harapan bersandar.

Tanah Runtuh berkisah tentang dua anak yang hidup di tengah dunia yang serba minim. Bukan sekadar perjalanan berpindah tempat, melainkan kisah bertahan hidup—tentang langkah kecil yang terus maju, tentang harapan yang dirawat meski hari-hari terasa tak pasti. Lingkungan di sekitar mereka digambarkan mudah runtuh, namun ikatan di antara keduanya tumbuh kian kokoh, menjadi alasan untuk terus melangkah.

Diproduksi oleh Denny Siregar Production dan masih dalam tahap persiapan, film ini belum mengungkapkan siapa saja pemainnya atau kapan ia akan menyapa layar. Namun arah ceritanya sudah terbaca: tentang kehilangan yang tak selalu bersuara, tentang ketahanan yang lahir dari keterpaksaan, dan tentang ikatan yang tumbuh diam-diam dari sudut pandang anak-anak.

Narasi Tanah Runtuh menjauh dari ledakan konflik dan kemenangan besar. Kisahnya dibangun dari emosi yang dekat dengan keseharian: hubungan keluarga, rasa saling bergantung, dan kehangatan kecil yang muncul di tengah keterbatasan. Di saat rumah tak lagi memberi rasa aman, ikatan kedua anak itu menjadi rumah baru—tempat berlindung, tempat berharap.

Dengan nuansa hening dan emosional, film ini mengajak penonton merenungi makna rumah, keluarga, dan daya tahan manusia sejak usia dini. Sebuah refleksi lembut tentang bagaimana harapan tetap hidup, meski tanah di bawah kaki terasa terus runtuh.
Nama para pemain dan jadwal tayang Tanah Runtuh akan diumumkan kemudian. Untuk kini, yang tersisa adalah janji sebuah kisah sunyi tentang dua anak kecil yang memilih bertahan, ketika dunia di sekeliling mereka tak lagi utuh.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut