get app
inews
Aa Text
Read Next : Remaja di Pasar Kemis Tangerang Tewas Tersengat Listrik Saat Banjir

Dari Gempa hingga Banjir, Pembiayaan Risiko Bencana di Indonesia Jadi Perhatian

Jum'at, 13 Maret 2026 | 12:13 WIB
header img
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi. Foto ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pemerintah resmi mengakhiri program Indonesia Disaster Risk Finance & Insurance (IndoRISK) yang selama beberapa tahun terakhir menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembiayaan risiko bencana di Indonesia. Program tersebut sebelumnya dirancang untuk memperkuat ketahanan fiskal negara saat menghadapi dampak ekonomi akibat bencana.

Penutupan program berlangsung di kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di Jakarta. Melalui program ini, pemerintah mengembangkan mekanisme pendanaan darurat melalui pembentukan Pooling Fund Bencana (PFB) yang ditujukan sebagai cadangan keuangan saat terjadi bencana besar.

Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Suska, mengatakan strategi pembiayaan risiko bencana menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas fiskal negara.

“Strategi pembiayaan dan asuransi risiko bencana merupakan kombinasi berbagai instrumen keuangan agar pendanaan penanganan bencana dapat tersedia tepat waktu, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Program IndoRISK berjalan sejak 2021 dengan dukungan pinjaman internasional dan hibah dari Global Risk Financing Facility serta pendanaan dari World Bank. Hingga akhir pelaksanaan, nilai pinjaman yang telah ditarik mencapai sekitar USD 460 juta, sementara sebagian dana masih dalam proses verifikasi.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut