Tragedi Banjir Longsor di Cisarua Telan 10 Nyawa, KDM Turun Tangan Evakuasi Jenazah!
BANDUNG BARAT. iNewsTangsel.id - Bencana tanah longsor dahsyat menerjang lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari yang memicu kepanikan luar biasa. Peristiwa maut yang dipicu hujan deras ini menghancurkan sedikitnya 30 unit rumah warga dan mengakibatkan 10 orang ditemukan meninggal dunia.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih berpacu dengan waktu untuk melakukan pencarian terhadap 82 warga yang dilaporkan hilang tertimbun material tanah. Sebanyak 400 jiwa telah berhasil dievakuasi ke berbagai titik pengungsian darurat guna menghindari potensi longsor susulan yang masih mengancam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Bambang Imanudin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendirikan posko utama dan pos lapangan Basarnas di lokasi. "Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos lapangan agar proses koordinasi evakuasi berjalan lebih cepat," ujar Bambang pada Sabtu (24/1/2026).
Bambang menambahkan bahwa para pengungsi saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik dasar seperti matras, selimut, serta bahan pokok untuk bertahan hidup. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun mulai bergerak mengirimkan bantuan darurat guna memastikan kebutuhan para penyintas tetap terpenuhi selama masa tanggap bencana.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), hadir langsung di lokasi bencana dengan setelan putih dan sepatu bot untuk meninjau proses evakuasi yang sulit. Ia bahkan terjun langsung ke lapangan bersama petugas TNI dan Polri untuk membantu mengangkat jenazah warga yang tertimbun reruntuhan bangunan.
"Saya tadi ikut mengevakuasi satu jenazah yang pengambilannya menghabiskan waktu hampir empat jam sampai bisa terangkat," ucap KDM kepada awak media. Dirinya merinci bahwa dalam proses penyisiran tersebut, tim evakuasi berhasil menemukan total enam jenazah baru dari tumpukan material longsor.
Melihat kondisi geografis yang sangat berbahaya, KDM mengambil keputusan tegas untuk segera memindahkan para pengungsi ke tempat kontrakan yang lebih layak. Pemerintah akan menyiapkan dana sebesar Rp10 juta per keluarga sebagai biaya sewa tempat tinggal serta bekal hidup selama dua bulan ke depan.
Langkah jangka panjang yang diambil pemerintah adalah melarang pembangunan kembali pemukiman di zona merah tersebut dan segera melakukan relokasi permanen. "Enggak boleh lagi ada bangunan rumah di sana, mereka semua akan direlokasi ke tempat yang lebih aman," tegas KDM.
Editor : Aris