Ketegangan Global Ancam Sektor Industri Hiburan, Pengusaha Ungkap Dampak Ngeri Akibat Konflik
JAKARTA, iNewsTangsel - Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (ASPIJA) mulai mewaspadai potensi efek domino konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap stabilitas pariwisata domestik. Ketegangan geopolitik ini dikhawatirkan bakal memukul tingkat kunjungan wisatawan mancanegara yang menjadi ceruk pasar utama industri hiburan di ibu kota.
"Hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan terhadap kunjungan wisata di Jakarta," ujar Ketua Umum ASPIJA, Kukuh Prabowo, dalam keterangannya pada Kamis (12/3/2026). Situasi pasar saat ini masih dianggap stabil karena para pelaku usaha sedang fokus melakukan penyesuaian operasional selama bulan suci Ramadan.
Kukuh menjelaskan bahwa penilaian terhadap penurunan omzet akibat sentimen global belum bisa divalidasi secara akurat karena adanya pembatasan jam operasional saat ini. “Sekarang masih dalam suasana Ramadan sehingga jam operasional lebih pendek, mungkin setelah Ramadan baru bisa terlihat,” tambahnya mengenai kondisi lapangan.
Pihak asosiasi juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusivitas kota dengan mengimbau seluruh anggota mematuhi aturan pemerintah daerah dan kepolisian. Langkah koordinasi bersama Satpol PP terus diperkuat agar seluruh aktivitas bisnis tetap berjalan selaras dengan norma yang berlaku selama bulan suci.
Di tengah ancaman resesi global akibat perang, pengusaha hiburan ternyata masih dibayangi persoalan internal terkait ketidakpastian skema perhitungan royalti. ASPIJA mendesak adanya ruang dialog yang transparan agar kebijakan nilai royalti tidak diputuskan secara sepihak tanpa mempertimbangkan kemampuan pelaku usaha.
“Kami tentu siap membayar royalti, tetapi perlu ada diskusi yang baik agar perhitungannya jelas dan adil,” tegas Kukuh di hadapan awak media. Dia menekankan pentingnya keterlibatan asosiasi dalam penyusunan regulasi agar kebijakan yang lahir tidak justru mematikan napas industri kreatif di Jakarta.
Selain masalah regulasi, para pengusaha tetap optimistis mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang mampu bersaing dengan Singapura hingga Bangkok. Potensi besar Jakarta sebagai destinasi internasional harus didukung oleh kebijakan yang pro-bisnis guna mengejar ketertinggalan dari kota-kota besar di Asia Tenggara.
“Kami ingin membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan Jakarta sebagai destinasi global,” pungkasnya. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci utama agar sektor ini tetap tangguh menghadapi turbulensi ekonomi maupun dampak perang global.
Editor : Aris